Pustaka Keliling ke TK ‘Aisyiyah Sukarame

Hari Kamis, 6 Februari 2019, tim LiterASIh diundang berkunjung ke TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Sukarame, Bandar Lampung, sebuah amal usaha Muhammadiyah yang dibina oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, Sukarame, Bandar Lampung. Siswa di TK ‘Aisyiyah yang baru berdiri ini berjumlah 16 orang. Saat tim LiterASIh hadir, terdapat dua orang siswa yang tidak masuk karena sakit.

Kali ini tim LiterASIh yang hadir adalah Kak Asih, Kak Harits, Kak Jejen, dan Kak Nur. Dalam kunjungan tersebut, tim LiterASIh membawa kontainer berisi 30-an eksemplar buku anak-anak untuk dibaca di lingkungan sekolah. Terdapat dua orang guru yang menyambut, seorang wali murid yang mendampingi anaknya, dan dua orang dari pengurus ‘Aisyiyah. Sebelumnya, tim LiterASIh sudah diberitahu bahwa pembelajaran di TK pada pekan ini adalah tentang profesi.

Selanjutnya, Kak Asih membuka acara, memberikan pengantar dengan senam huruf Hijaiyah. Anak-anak terlihat senang dan semangat karena berusaha menirukan bentuk-bentuk huruf Hijaiyah dengan gerakan badan. Terdapat seorang anak yang menangis karena melihat Kak Nur memakai jas putih. Dikiranya, Kak Nur adalah dokter yang akan menyuntik, padahal bukan hehehehe.

Setelah anak-anak selesai senam, Kak Harits mulai mendongeng tentang musang dan ayam, juga kisah gagak dan angsa. Sesekali Kak Asih dan Kak Jejen menimpali agar suasana cerita lebih dramatis.

Selesai acara dongeng, Kak Nur mulai tampil mengenalkan profesi yang menggunakan jas putih tapi bukan dokter, yaitu apoteker. Berangkat dari kisah yang diceritakan Kak Harits tentang ayam yang terluka dan gagak yang sakit perut, Kak Nur mengajak anak-anak bermain peran: ada yang jadi anak sakit, ada yang berperan sebagai perawat, dokter, dan apoteker. Kak Nur menjelaskan bahwa apoteker adalah teman dokter. Teman-teman bisa menjumpai apoteker saat membeli obat di apotek. Kak Nur juga memperagakan cara membuat obat dan minum obat yang benar.

Acara pengenalan profesi sudah selesai. Anak-anak mulai membuka kontainer buku dan mengambil buku yang menarik perhatian mereka. Terdapat beberapa buku tentang profesi seperti tentara, pilot, palaentolog, ahli obat, dan dokter. Buku hanya boleh dibaca di sekolah; tidak diperkenankan dibawa pulang. Kontainer akan ditinggal di sekolah selama dua minggu, lalu diputar lagi untuk keliling ke sekolah lain. Acara ditutup dengan foto bersama.

Yang menyenangkan dari hari ini adalah melihat wajah-wajah ceria para anak TK yang lucu dan lugu. Yang menegangkan dari hari ini adalah saat naik mobil dan dikemudikan oleh Kak Jejen yang sudah tiga tahunan tidak menyentuh setir mobil. Sempat rem mendadak dan macet-macet saat pindah gigi. Syukurlah mobil Kak Asih tetap aman dan mulus setelah dikendarai oleh Kak Jejen dan Kak Nur. Alhamdulillaah, selamat pergi, selamat kembali 🙂

Menghikmati Nikmat Hidup

Sebagian Pelajaran Hidup yg Diperoleh Selama Lima Tahun Terakhir:

1. Berpihaklah pada nilai-nilai, bukan pada kelompok/golongan/kepentingan/figur
2. Syukuri, sayangi, dan jagalah marwah agama, negara, keluarga, dan instansi tempat bekerja dg perilaku yg baik
3. Orientasikan semua perbuatan sebagai wujud pengabdian dan pelayanan kpd Tuhan. Jangan pernah berharap eksistensi, reputasi, popularitas, status, harta, jabatan, kehormatan, puja-puji, like/share, penghargaan, vote, cum, atau berharap apapun dr manusia
4. Meskipun pernah berperan sbg perintis/pembuka jalan/bagian dr sejarah, jangan pernah berharap untuk diingat. Anggap saja bahwa salah satu keniscayaan menjadi perintis adl dilupakan dan diabaikan. Biasa saja. Balik ke nomor 3
5. Jika harus menjalani suatu peran politis, kerjakan dalam bingkai politik kebangsaan dan politik ketatanegaraan yg beradab, bukan politik praktis/kekuasaan apalagi tansaksional
6. Boleh menanjaki karir secara obsesif dan ambisius, asal caranya beradab, sesuai aturan yg berlaku, serta tidak menginjak/menyikut/menjerumuskan teman
7. Bekerja keras dan berinteraksi dg kasih sayang, tulus, dan gembira. Berbuat baik atau membantu orang lain dg tulus, bukan karena pamrih atau berharap dibalas kebaikan yg setara/lebih
8. Berbuat dan berkarya saja, tidak usah main klaim
9. Sebisa mungkin sekuat tenaga berpedoman pada firman Allaah, sabda Rasul, titah ibunda, petuah gurunda, dan sumpah pd negara
10. Biarpun dibilang kuno di era disrupsi ini, tidak perlu gengsi, malu, dan sungkan dg cita-cita menjadi PNS. Baik itu atas keinginan sendiri maupun demi mewujudkan harapan orang tua
11. Apapun impian/cita-cita, gapai dahulu restu dan ridho orang tua
12. Enggan beranjak dr zona nyaman bukanlah sebuah aib, bukan pula sebentuk sikap pengecut
13. Ada saat di puncak dan ada saat di dasar jurang. Lumrah. Sikapi dg rendah hati dan penerimaan (acceptance). Terima dg lapang dada tanpa harus jumawa atau kecewa
14. Mengakui, meminta maaf, dan menjalani konsekuensi jika memang salah. Tidak perlu menyangkal dan berdalih membela diri
15. Jika teramat jenuh dan lelah, ambil waktu 1-2 hari tanpa tujuan/target apapun, sekadar untuk menyendiri, mager, dan ga ngapa-ngapain sama sekali, termasuk tidak akses hp/internet
16. Berusahalah menjadi pribadi yg mandiri dan selesai dg diri sendiri
17. Hindari berhutang banyak atau dalam jangka waktu lama. Bersabar. Hidup secukupnya, kendalikan keinginan-keinginan dan kebanggan akan kepemilikan material yg semu belaka
18. Bersama kesulitan, ada kemudahan. Jangan pernah berpikir bahwa suatu keadaan akan berlangsung selamanya. Everything is changing. This too shall pass
19. Berdoalah dan mohonlah pertolongan Allaah, seabsurd dan se-impossible apapun isi doa dan permohonan tsb selama beradab (tidak mengharapkan keburukan bagi org lain)
20. Bagaimanapun jalan hidup yg dilalui, percaya saja bahwa Allaah Maha Baik dan Maha Kasih Sayang. Semua fase kehidupan yg dilalui adl proses terbaik yg membentuk diri kita saat ini. Jangan bandingkan hidup kita dg hidup org lain
21. Pantang mengeluh dan menyerah. Jangan mudah terpesona dan tergiur pd proses yg instan
22. Sesekali boleh baper, tapi ga pake lama dan ga pake dendam. Hilangkan rasa dendam, iri, dengki, dan benci
23. Galilah dan salurkan passion/bakat agar jiwa lebih hidup. Mungkin saja ada setitik pengetahuan ttg rahasia misi hidup yg tersimpan di dalamnya. Namun, harus diingat bahwa passion/bakat saja tidak cukup
24. Percayai dan ikuti intuisi. Memang bisa jadi intuisinya salah, tetapi tidak akan membahayakan atau mencelakakan diri
25. Berbahagialah tanpa syarat. Kebahagiaan adl tanggung jawab diri sendiri, bukan bergantung pd benda2/atasan/teman/keluarga/lingkungan/peristiwa
26. Sedapat mungkin beribadahlah dg sepenuh syukur dan gembira, bukan dg berat hati dan terpaksa
27. Prioritas dan fokus pada dunia nyata. Abaikan kegaduhan dunia maya; jauhi debat dan nyinyir yang serba embuh dan ngehek itu
28. Utamakan jejaring dan silaturahmi di dunia nyata. Jaga hubungan baik dg keluarga besar, teman, dan tetangga
29. Fokus pada masa kini. Hindari nostalgia pd kejayaan masa lampau, dan kecemasan akan masa depan
30. Fokus pd solusi. Lihat lebih dekat dan lebih utuh, jangan sepotong-sepotong. Selesaikan suatu masalah dg “seni” dan “humor”
31. Fokus pd diri sendiri dan segala urusan yg harus diselesaikan. Jangan terdistraksi dan menghabiskan waktu utk sibuk dg persoalan di luar jangkauan/wilayah kita
32. Seaneh apapun keadaan, kepribadian, dan selera diri; terima, kenali, syukuri, berdamai, dan jadilah diri sendiri, tidak perlu asal ikut trend/mainstream. Tiap orang unik dan keunikan yg satu tidak lebih baik/buruk dari keunikan yg lain
33. Biasakan diri dg aneka ragam paradigma berpikir dan kembangkan keterampilan berpikir kritis. Bekali dg ilmu filsafat dan sejarah
34. Teori/pendapat/metode harus direkontekstualisasi/di-review sesuai kondisi
35. Jangan terlalu memusingkan persoalan remeh temeh dan pendapat yg ga nyambung/sesat pikir. Kita tidak bisa selalu menyenangkan semua orang. Pasti ada orang yg ga ngerti (bahkan suuzhan) dg maksud/tujuan kita, sebaik apapun substansi dan cara yg ditempuh
36. Selalu berpikir positif walaupun terkesan naif. Jangan bermudah-mudah melabeli negatif org lain hanya dr secuil representasi di dunia maya/nyata
37. Perkaya hati dan wawasan dg seni dan humor; berekspresilah dg menyanyi, main musik, melukis, menari, merias, merancang, menata, memotret, menulis lagu/puisi/cerita, membaca puisi/novel, menonton konser/film/teater/pameran, dan beranilah menertawai diri sendiri
38. Keteladanan adl kunci pendidikan dan pengasuhan
39. Tumbuhkan empati
40. Hindari merasa diri paling benar dan merasa sudah bermanfaat/berjasa banyak
41. Hindari semua yg toksik bagi jiwa dan pikiran
42. Di dalam hati yg patah/luka, terdapat pelajaran yg luar biasa
43. Tidurlah dg durasi cukup
44. Olahraga semampunya, tidak perlu dipaksakan. Olahraga harus membuat segar dan rileks, bukan malah menimbulkan stress
45. Diet sewajarnya. Makanlah dg rasa syukur yg berlimpah, bukan dg gerutuan akibat terlalu mikirin berat badan/penyakit/program diet/penilaian orang