Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 9)

Sesi 9 serial kulwap menulis, dilangsungkan pada hari Kamis, 4 Juli 2019. Kali ini bertindak sebagai narasumber adalah Kang Asep Herna dan Om Bud sebagai moderator. P adalah kode untuk peserta.

M: Materi kali ini sangat menarik dan tidak biasa. Memang di situlah kelebihan Asep Herna.

Judul materinya adalah….. The Power of Hypnotic Copywriting

Seperti apakah itu? Mari kita langsung persilakan Asep Herna untuk menjelaskannya. Silakan, Sep….

N: Terima kasih, Om Bud.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam teman-teman The Writers..

Alhamdulillah, malam ini, kita bisa bertemu di grup WA ini, pada sesi awal diskusi intens kita di sesi saya, tentang The Power of Hypnotic Copywriting.

Sebelumnya, singkat, saya perkenalkan diri dulu ya. Saya Asep Herna, Founder MindStream Institute (lembaga yang bergerak di bidang pelatihan kreatif). Saya juga Creative Director di MACS909 Advertising, sebuah biro iklan lokal di Jakarta. Saat ini masih aktif sebagai Profesional Member di The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH), Authorized Instructor Prana Shakti International Brotherhood (PSIB), dan Peminat Linguistik yang sempat nyantri di Universitas Indonesia.

Teman-teman, Hypnotic Copywriting ini adalah salah satu alat dari Subconscious Communications Tools yang saya dalami, di samping alat-alat lain seperti Subliminal Message, Automatic Writing, Memahami Feedback lewat Micro Expression dan Eye Acessing Cues, serta Hypnotic Brainstorming yang saya kembangkan.

Semua perangkat ini saya eskplor dari disiplin hipnosisme, neuro linguistic programming (NLP), psikolinguistik, neuro semantic, dan pemahaman semiotic. Jadi berterima kasih sekali untuk para penemu disiplin di atas. PLUS, gabungan dengan pengalaman saya selama 19 tahun memegang

Campaign-campaign besar seperti Nestle Group (KitKat, FOX’S, Polo), Djarum Black, Indosat, Danamon, LippoBank (sebelum merger jadi CIMB Niaga), BTN, Sutra, McDonald’s, Daihatsu, Toyota, Mercedes-Benz dan ratusan brand lainnya.  Oya, di kontestasi pileg dan pilpres kemarin, saya juga kebetulan ikut urun ide. Di salah satu partai peserta kontestasi, saya dan team bahkan ditugasi untuk meraup suara milenial, dan konon, 20% suara milenial berhasil didapat.

Selain untuk menulis promo, dasar filosofi teknik ini juga bisa kita gunakan untuk edukasi, parenting, teaching, empowering dll., karena strukturnya sangat multi-aplicable (bisa dugunakan untuk apa saja. Jadi sangat multiaplicable.  Di sesi Hypnotic Copywritingselama 4 sesi ini, saya punya GOAL, yang saya harap ini jadi GOAL teman-teman juga, bahwa begitu selesai mengikuti 4 sesi saya ini, teman-teman:

  1. Paham dan makin paham mekanisme mental/ pikiran manusia pada umumnya, target audience kita, khususnya
  2. Teman-teman memahami pola bahasa hipnotik dan mampu mengaplikasikannya di dalam proses copywriting/ penulisan naskah iklan, yang mungkin bisa bermanfaat menunjang bisnis temen-temen, atau kelak untuk mempromosikan buku temen-temen kalo udah terbit. Aaaamiiin.

Hypnotic Copywriting terdiri dari dua kata. “Hypnotic” dan “copywriting”. Hypnotic adalah state kesadaran di mana manusia sedang berada dalam wilayah sugestif, wilayah subconscious (bawah sadar); sementara “copywriting” adalah teknik penulisan naskah dengan gaya persuasif (membujuk audience) untuk melakukan sesuatu.  Jadi, Hypnotic Copywriting adalah proses penulisan naskah iklan dengan tujuan memengaruhi Subconscious Audience, untuk melakukan tindakan sesuai pesan yang disampaikan.

Bedanya dengan copywriting biasa, bila copywriting biasa berusaha memengaruhi PIKIRAN SADAR manusia untuk bertindak (Persuasif); maka Hypnotic Copywriting berusaha memengaruhi PIKIRAN BAWAH SADAR manusia untuk bertindak (Sugestif).  Terus, apa untungnya dengan kita menulis untuk Subconscious Mind target audience kita?

Teman-teman, kesadaran manusia terbagi ke dalam 2 level.

  1. Conscious Mind (Pikiran Sadar), yaitu kondisi ketika rasionalitas manusia sedang bekerja. Di sini areanya logika, pertimbangan-pertimbangan kritis, perhitungan-perhitungan, hal-hal eksak, angka-angka, perbandingan-perbandingan antar satu pengalaman dan pengalaman lainnya.

Ciri khas dari Conscious Mind adalah kritis, sehingga, sifatnya defensive, dan cenderung mempertahankan data yang masuk, bahkan me-reject-nya. Oleh sebab itu, Conscious Mind ini, daya pengaruhnya pada tindakan manusia sekitar 12%.

  1. Subconscious Mind (Pikiran Bawah Sadar), yaitu kesadaran manusia yang sangat reseptif terhadap SARAN. Hal-hal yang ada di wilayah subconscious adalah emosi, perasaan, spiritualitas, cinta kasih, imajinasi, kreativitas, art. Ciri Subcosncious Mind ini sangat menerima data apapun yang masuk ke dalamnya. Lugu. Ia tidak mengenal perinsip benar dan salah. Semua data yang masuk dianggap kebenaran mutlak. Data baik, data buruk, data positif, data negatif, dianggap sebagai sebuah realitas yang harus hadir dalam tindakan.

Para ahli hipnoterapi dan NLP, biasanya melakukan program therapeutic di wilayah kesadaran ini. Itu sebabnya efeknya sangat cepat, bahkan instan!  (Btw, di grup ini ada NLP Silver Master Trainer lho, Coach Jimmy Susanto. Sialakan kalo mau belajar NLP lebih jauh).  Nah, daya pengaruh Subconscious Mind terhadap tindakan manusia sekitar 88%.

Tak heran, kalo Emanuel James Rohn, salah satu gurunya Antony Robbins, pernah bilang bahwa: “Efektivitas komunikasi itu berangkat dari 20% apa yang Anda tahu (maksudnya rasionalitas); dan 80% apa yang Anda rasa (maksudnya emosionalitas/Subconscious).”  Kami sendiri, orang-orang iklan, walaupun mungkin sambil nggak memahami mekanisme mental manusia tersebut, seperti sepakat memercayai bahwa:  “Pendekatan Iklan Paling Efektif adalah Menghadirkan EMOTIONAL BENEFIT. Bukan RATIONAL BENEFIT.”

Nah, kalo saat ini teman-teman sudah memahami karakter Subconscious Mind Manusia ini, bayangkan, bagaimana Powerful-nya Hypnotic Copywriting, karena pesan yang disampaikan memang ditujukan untuk Subconscious Mind manusia.  Jadi, untuk sementara, kesimpulan sekaligus saran dari saya, SAAT KITA MAU MENYAMPAIKAN PESAN, SAMPAIKAN PESAN YANG MENYENTUH SUBCONSCIOUSNYA. Berikan manfaat emotional (kepuasan batin); bukan sekadar manfaat rasional (kepuasan fisik). Kepuasan fisik, jadikan hanya sekadar penyokong (reason why) dari kepuasan batin yang kita tawarkan. Sehingga, dengan sinergi seperti ini, daya bujuk kita 12% + 88% = 100%.

Kita lanjut.

Teman-teman, menurut Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSC), tingkat kemampuan manusia MENERIMA SARAN terbagi ke dalam 3 kelompok.

  1. Kelompok Pertama, orang yang MUDAH disugesti. Populasinya 10%.
  2. Kelompok kedua, orang MODERAT, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak).
  3. Kelompok ketiga, tipe yang SULIT disugesti, populasinya 5% saja (paling dikit).

Kira-kira temen-temen masuk ke dalam kelompok mana yaaa? Mau tau temen-temen ada di kelompok mana dari 3 kelompok menurut statistik dunia ini? Insya Allah ntar kita identifikasi bareng-berang ya. Bentar lagi.

Nah, identifikasi ini juga bisa dijadikan identifikasi Target Market kita; atau Target Audience kita, bahwa:

– 10% kemungkinan target audience kita, bisa LANGSUNG ACTION, melakukan pembelian (sugestif)

Asik, kan? Minimal 10% dari target kita lho. Potensial secara ekstrem beli produk kita kalo mau dan tau caranya.

– 85% kemungkinan target audience kita, berpikir-pikir dulu, MENIMBANG-NIMBANG dan mengendapkan, lalu action membeli, atau malah gak jadi.

Biasanya dia searchind dulu produk/brand kita, liat-liat reviewnya, kalo oke, beli. Kalo gak sreg, batal.

– 5% kemungkinan target audience kita melakukan REJECTION (menolak membeli)

Promo kita dimasukin ke keranjang sampah. Tapi, bukan berarti yang 5 persen ini gak bisa kita bujuk ya. Tetap bisa. Hanya perlu waktu.

Ini identifikasi yang saya adopsi dari Stanford Hypnotic Suceptibility Scale (SHSS) tadi ya.

Nah, saya yakin, 185 teman-teman yang ada di sini, mewakili gambaran statistik Target Market/ Target Audience kita di atas.

Seperti tadi saya janjikan di depan, saya akan mengajak teman-teman melakukan permainan.

Apakah teman-teman masuk ke dalam 10% yang SUGESTIF; 85% yang MODERAT; atau 5% yang sulit menerima sugesti?  Saya mau tanya dulu nih sama temen-temen. Mohon dijawab langsung di grup ini. Semua bersedia, kan?  Cung yang bersedia? Mana nih suaranya?

—- 19 orang bersedia—-

Oya, mohon DIINGAT, temen-temen yg ada di ruang publik atau sedang berkendara, DILARANG ikutan permainan ini ya. Karena ini permainan yg perlu fokus. Teman-teman, sekali lagi, pastikan saat ini sedang berada di RUANG YANG AMAN dan NYAMAN ya. Bukan sedang berada di luar dan di tempat publik. Harap temen2 yang sedang berkendara atau di tempat umum, tidak mengikuti permainan ini.

Syarat dari test ini, karena kita tidak berada dalam satu ruang, teman-teman harus FOKUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya. Test ini saya kemas khusus untuk Live di Whatsapp, artinya, saya DAMPINGI saat ini. (Mohon saat saya tidak minta posting, dan sedang memberi instruksi, tidak ada yang posting apapun ya. Karena akan mengganggu konsentrasi temen2. Sekali lagi, syarat dari test ini, karena kita tidak berada dalam satu ruang, teman-teman harus FOKUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya. Test ini saya kemas khusus untuk Live di Whatsapp, artinya, saya DAMPINGI saat ini. Selebihnya, test ini SANGAT AMAN dan SANGAT ASIK, karena saya kemas dalam permainan.

Saya biasa melakukannya offline, di momen empowerment massal, atau di ruang terapi personal.

Oke sudah siap semuanya ya…? Saya punya 2 permainan. Permainan pertama:

Sekali lagi, syarat biar test ini lancar, teman-teman HARUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya dengan seksama dan fokus ya. Dan pastikan ini AMAN.

Oke. Saya minta temen-temen mengepalkan tangan temen-teman dengan KERAS. Lalu acungkan jari telunjuk teman-teman. Kira-kira posisinya seperti ini ya:

Oke, sementara MATA teman-teman FOKUS pada huruf-huruf di layar monitor, PIKIRAN teman-teman FOKUS pada jari tangan teman-teman.

Siappppp…? Mulai…

Tuhan menganugerahi kekuatan yang luar biasa atas diri kita. Kekuatan untuk mengendalikan apapun. Kekuatan untuk mengendalikan sekitar. Kekuatan untuk mengendalikan diri kita sendiri, termasuk kekuatan untuk mengendalikan jari tangan kita.

SEKARANG, niatkan dalam hati. Ijinkan jari… minta jari… untuk MENGERAS seperti BESI. Untuk KAKU seperti BAJA. Keras SEKERAS-KERASnya, kaku SEKAKU-KAKUnya. Sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya, jari menjadi sulit sekali untuk dibengkokkan.

Rasakan dan imajinasikan jari Anda semakin KERAS seperti BESI, semakin KAKU seperti BAJA. Jauh lebih KERAS lagi. Jauh lebih KAKU lagi. Sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya sekarang jari Anda menjadi sulit untuk dibengkokkan.

Saya akan memperkuat keKAKUAN jari Anda dengan menghitung dari 1 hingga 3. Setiap hitungan membuat jari Anda semakin KERAS seperti BESI, semakin KAKU seperti BAJA. Bagus…

SATU, keras seKERAS-KERASnya. DUA, 100 kali lipat lebih KAKU dan KERAS. TIGA… sempurna KERAS dan KAKUnya, sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya, jari Anda semakin SULIT untuk dibengkokkan.

Semakin Anda berupaya membengkokkan, semakin KAKU jari Anda seperti BESI dan BAJA. Semakin berupaya lagi lebih kuat Anda membengkokkannya, semakin jauh lebih KAKU dan lebih KERAS jari Anda seperti BESI dan BAJA.

Coba bengkokkan kalo bisa… SULIT, kan?Coba bengkokkan lagi lebih kuat… makin SULIT kan? Nah…

Saya minta untuk teman-teman yang jarinya KAKU, silakan FOTO tangan dan jari Anda dan posting di grup ini. Saya tunggu 30 DETIK ya, sebelum nanti saya ajarkan untuk menormalkannya lagi. Silakan ya. Sudah?

Oke sementara yang lain ngirim foto, saya normalkan dulu ya jarinya. Perhatikan ini.

SEKARANG, saya akan MENGAJARKAN teman-teman untuk menormalkannya. INGAT ini ya.

“Silakan hitung dari 1 sampai 3, dan pada HITUNGAN 3 katakan dalam hati: NORMAL.

Silakan mulai sekarang.”

Untuk yang belum bisa menormalkannya, saya ulang:

“Silakan hitung dari 1 sampai 3, dan pada HITUNGAN 3 katakan dalam hati: NORMAL.

Silakan mulai sekarang.”

Sudah semua ya? Normal.

N: @Dyah Aprilia termasuk kelompok mana? Tadi di awal sudah mengira. Apa sama dg perkiraan?

P: @Dyah Aprillia : Moderat Kang, di 10 detik pertama emang kaku tapi makin disugesti malah kekakuannya hilang. Sesuai dengan perkiraan.

P: @ Luqman Baehaqi: Saya mencoba benar2 buat mengikuti dan fokus. Tapi tetap bisa bengkok.

N : Iya gpp Mas, krn ada 3 tipe seperti yg sy sebut di atas.

P: @ Anto Pangestu: first time main ini juga dulu saya cuma kaku sebentar..gak lama bisa bengkok lagi

P: @ Florens: saya sesuai dng perkiraan

P: @Hanto L: Tadi saya hampir ikut jadi Kaku, cuma ketika diakhir perintah, pikiran saya langsung perintahkan untuk tidak ikuti instruksi.

N: Mungkin masuk kelompok moderat.

P: @ Valen: Saya awal2 susah banget gak bisa kaku, trs cb lebih konsentrasi bisa kaku juga

P: @ Agung Sugiharto: Pas selesai moto, langsung bengkok

N: Kita adalah panglima atas diri kita.

Oke, kita lanjut permainan yang KEDUA, ya.

Saat berhasil, teman-teman boleh juga mem-foto-nya ya untuk kenang-kenangan, hahaha. Boleh juga minta teman untuk memfotonya. Atau yang pake laptop, silakan aktifkan kamera videonya untuk merekam ya.

Untuk test ini, saya akan terlebih dulu mengajarkan teman-teman buat menormalkannya ya.

Seperti tadi, UNTUK MENORMALKANNYA, Anda cukup menghitung dari 1 sampai 3, dan pada hitungan ke-3, katakan NORMAL. Dan semua kembali NORMAL. Paham teman-teman? Bisa kan ya?

Saya harus mastiin, temen-temen BISA dan PAHAM.

Saya ulang: Saya ajarkan dulu di depan cara untuk menormalkannya. Seperti tadi, UNTUK MENORMALKANNYA, Anda cukup menghitung dari 1 sampai 3, dan pada hitungan ke-3, katakan NORMAL. Dan semua kembali NORMAL.

Nanti saya tidak akan menginstruksikan untuk menormalkannya. Silakan teman-teman menormalkannya sendiri, SETELAH 10 DETIK TEST KE-2 INI TERUJI. Sekali lagi, SETELAH 10 DETIK TEST KE-2 INI TERUJI.

Oke. Sekarang kita mulai test-nya.

Sekarang, Anda cukup MENGIKUTI, membaca sambil menghayati huruf demi huruf INSTRUKSI SAYA. Pastikan pikiran bawah sadar Anda MEMAHAMInya, dan MENGINGATnya.

Baik… Kita mulai test-nya ya.

SAAT sebentar lagi saya minta Anda MEMEJAMKAN MATA Anda, maka BAYANGKAN, ada lem yang SANGAT KUAT mengalir di kedua kelopak mata Anda. Saat Mata Anda sebentar lagi TERPEJAM, bayangkan, rasakan dan imajinasikan… LEM semakin KERING, sehingga membuat kedua kelopak mata Anda RAPAT seRAPAT-RAPATNYA, REKAT seREKAT-REKATNYA. LEKAT seLEKAT-LEKATnya. Jauh lebih RAPAT lagi, jauh lebih REKAT lagi, jauh lebih LEKAT lagi, sehingga sedemikian REKAT dan RAPAT, maka saat mata Anda terpejam, mata Anda TERKUNCI BEGITU KUAT. Semakin KUAT. Jauh lebih KUAT lagi.

Sekarang. Saya minta, saat Anda MEMEJAMKAN MATA, Anda menghitung dari 1 hingga 10, dan setiap hitungan, membuat mata Anda semakin terkunci seRAPAT-RAPATnya. SemakinRAPAT dan KUAT. Saking RAPAT dan KUATnya, Anda begitu sulit untuk membukanya.

Semakin Anda berupaya membukanya, semakin TERKUNCI RAPAT mata Anda begitu KUAT.

Baik.

Silakan SEKARANG PEJAMKAN mata Anda, mulai MENGHITUNG dari 1 hingga 10. Dan setiap hitungan, membuat mata Anda semakin RAPAT dan TERKUNCI SEMAKIN KUAT!

Tutup MATA dan mulai menghitung SEKARANG!

——————

N: Oke teman-teman, siapa yang tadi berhasil terkunci matanya?

P: @ Indah Pujiati: saya

N: Saya tunggu report yang lain ya…

P: @ Dyah Aprilia: ☝ Dan lagi Hanya sampai hitungan 7

P: @ Indah Pujiati: semakin saya berusaha membuka semakin susah

P: @ Hanto L: Saya Kang Asep, cuma ini pikiran Saya ketika ditengah-tengah mau terkunci, pikiran meminta saya untuk buka mata segera.

P: @Indah Pujiati: saya sampai ketawa

P: @ Emma Holiza: Saya

P: @ Vera Serpong: saya lg merem digangguin anak-anak… jadi blm berhasil

N: Saya mastiin semua sudah berhasil membuka mata.

P: @ Blend: saya menjadi ngantuk

P: @Hanto L: Mungkin saya melakukannya sambil merokok

N: Gak apa-apa, Aman Mas Blend.

P: @ Hanto L: Jadi nggak sampai terpejam rapat

N: Asep Herna: Ini mah gak ngikutin instruksi. Oke, saya anggap semua yang berhasil matanya terkunci, sudah terbuka normal lagi ya.

P: @Indah Pujiati: saya sampai ketawa, karena agak takut sebenarnya, takut ga bisa mbuka mata

P: @ Anto Pangestu: pas baca sugesti..mata mulai perih..pas ngitung emang makin berat..tapi beres ngitung langsung bisa kebuka lagi

P: @Dyah Aprilia: Repot kalau ada yg belum kebuka matanya, apalagi dia sendirian

P: @ Luqman Baehaqi: Masih belum berhasil

N: Nggak apa-apa, itu masih termasuk sugestif sebenarnya.

Teman-teman, apapun sensasi yang terjadi pada temen-temen. Apakah ekstrem merespon dengan sangat sugestif; apakah sensasinya hanya sedikit dan kemudian normal lagi; atau sama sekali tak ada reaksi apa-apa; itu semuanya NORMAL. Itu adalah identitas diri temen-temen, yang dengan temen-temen tahu karakter diri, kita jadi tahu bagaimana MEMPERLAKUKAN diri kita ke depan. Begitu juga ini bisa kita lakukan pada orang-orang di sekitar kita, pada anak kita, pada suami/isteri, pada audience kita, sehingga pada saat kita tahu identitas mereka, kita tahu bagaimana cara komunikasi yang efektif dengan mereka.

Nah, Teman-teman, dari permainan yang tadi kita lakukan, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pelajaran:

  1. Pola kalimat yang saya gunakan, bahkan ketika hanya sekadar texting, bisa memengaruhi subconscious sebagian teman-teman. Pola kalimat ini, nanti akan kita bongkar di sesi-sesi berikutnya.
  2. Sebagian dari teman-teman yang merespons secara ekstrem teks tadi, atau sugesti tadi, mewakili gambaran dari seluruh target audience kita. 10% sangat sugestif; 85% ada di tengah-tengah; dan 5% sulit dipengaruhi.

Statistik ini, pada saat di lapangan, kadang terbalik. Jadi angka-angka ini tidak absolut ya. Ini cuma hasil studi, dan penting untuk mensimplifikasi pemahaman kita.

  1. Subconscious Mind, ketika berhasil ditembus dan menerima sebuah data, akan menjadikan data itu REALITAS yang kemudian direspons menjadi sebuah tindakan. Saat data bahwa jari tangan kita adalah besi, saat berhasil terinstal di subconscious, maka reaksinya tangan layaknya besi. Begitu juga mata. Bayangkan, kalau data yang masuk ke dalam subconscious adalah data/perintah jualan, call to action, sugesti terapi, seperti apa hasil baiknya?

Jangan salah, data buruk pun bisa sama efektivitas tertanamnya. Itu sebabnya ada yang namanya trauma. Fobia. Psikosomatik, di mana problem mental muncul dalam simptom fisik. Itu adalah power bahwa diri kita begitua luar biasa, mampu merealisasikan apapun yang terprogram di sunconscious kita. Sayangnya, kita begitu terlatih memprogram hal buruk ya. Semoga, sejak saat ini dan seterusnya, kita selalu aware, dan kita hati-hati sama diri kita.

Demikian temen-temen. Saya mohon maaf sama Om Budiman Hakim, karena membuka percakapan langsung di grup WA ini, karena memang perlu respons langsung terutama saat di 2 latihan tadi. Bila ada pertanyaan dari teman-teman, silakan. Boleh ditanya langsung di sini, atau via Om Budiman Hakim. Kalau mau langsung, mohon tertib ya. Silakan kalo ada pertanyaan. Kita diskusi santai saja.

M: Hanto L: Kang Asep, mengapa tadi setiap ada suggesti. Pikiran saya melakukan blok sugesti tersebut?

N: Ada banyak hal. Yang jelas, critical factor Mas @Hanto L sedang aktif. Bisa juga Mas Hanto tidak memercayai instruktur. Atau, mungkin takut dan lain-lain, sehingga memilih sebagai pengamat saja. Tapi, kalo membaca tadi sekilas komen yang bilang sempat mata terasa berat (kalo tak salah ya), sebenarbya Mas Hanto bisa masuk kategori sugestif. Sekali lagi, kalo diri tidak mengizinkan, tak ada satu pun yang kuasai mengatur kita.

M: @Andi Sunarto: Kang Asep, minta contoh iklan yg sudahberedar yg ada hypnosis copywritingnya?

N : Saya nggak nyebut brand yg saya bilang ini dibuat dg metode hypnotik ya, tapi IKLAN SPRITE versi Cak Lontong yang pertama, itu sangat memenuhi sebagai iklan yg punya aspek hypnotik. Kemudian Bilboard GoJek yang di Jalan Kuningan, yg isinya teks semua, itu malah 100% memiliki aspek hypnotic. Nanti saya bahas di sesi berikutnya. Saya sendiri membuat rangkaian campaign (maaf tdk bisa saya hadirkan), untuk mereduksi efek negatif dari “firehose of falsehood”.

M: @Dyah Aprilia: Mau tanya, kalau kita sedang berbicara dengan diri sendiri (self-talk). Apakah percakapan terjadi di subconscious mind?

N : Belum tentu. Tapi lebih mengarah ke situ, karena terjadi proses internalisasi diri. Hypnosis process sesungguhnya adalah komunikasi pada diri sendiri. Itu sebabnya Positive Self Talk itu penting. Lebih penting lagi, kita tahu di waktu sangat tepat melakukannya. Misal, saat kita rileks, saat kita menjelang tidur. Saat kita bangun tidur. Saat kita berdoa. Dll.

M: @Luqman Baehaqi: Brarti ilmu ini bisa saya pake buat nambah follower sosmed sampai jutaan ya?

N: Bisa dong…

M: @Ridzki Utami: Kang, Di sebuah mall saya pernah mengahampiri booth yang menjual satu set alat masak. Saya awalnya tertarik dengan panci presto, karena saya memang butuh. Salesnya dengan sigap menawarkan, tapi dengan menggabung beberapa item barang yang kalau di-total hampir 4 jutaan. Yang tadinya tertarik, saya jadi malas. Wong butuh Cuma 1 item paling harga 400 an ribu. Berbagai trik sales lakukan agar saya tertarik, tetap saya tidak tertarik, karena saya nggak ada dananya. Hahahaha. Pertanyaan: Andai saya jadi salesnya, bagaimana supaya SAYA jadi membeli?

N: Waaaah, ini banyak caranya. 1. Memahami insight audience. Jualan kita laku kalo kita tau apa yang dibutuhkan audience. 2. Bicara sesuai cara, gaya, hobi, pola gerak, pola nafas, dan semua aspek yg sama dengan audience. Dll.

M: @Biyan: Malam Kang Asep. seperti apa pesan2 yg menembus pikiran bawah sadar & kata/kalimat seperti apa yg bisa menembus pikiran bawah sadar tsb? Apa sesuatu yg lucu/humor? Nuwun

N: Salah satunya iya, yang tadi disebut @Biyan. Soal kalimat, ini yg akan kita bahas di 3 sesi berikutnya. Tentu bertahap, agar filosofinya dapet. Kalo coba simak TEKS yang saya bikin, minimal di situ ada 3 kunci. 1. Permainan bunyi. 2. Repetisi. 3. Teknik saya nge-lock kepala temen-temen untuk action di waktu tertentu sesuai pesan saya (jari kaku/ mata rapat). Dan lain-lain.

M: @Hanto L: Kang Asep, saya pernah lihat iklan Rokok Surya Pro, dengan slogan Never Quit. Apa itu termasuk iklan yang sifatnya bisa mempengaruhi pikiran subconscious?

N: Kira-kira Mas @Hanto L pertimbangan apa sehingga melihat iklan ini seperti itu?

Tapi di dalam teknik hypnotic campaign emang ada yang namanya “analog marking”, penanda buat subconscious sehingga pesan lebih nancep dan jadi program. Bisa Visual, Audi, Kinestetik, Aroma, atau Rasa di Lidah.

P: Hanto L: Soalnya dalam iklan tersebut selalu dianalogikan dengan olah raga, martial arts. Seakan-akan kita diminta untuk tidak mudah berhenti usaha. Tapi setelah saya pikir secara mendalam. Iklan ini bisa dianalogikan agar perokok sebisa mungkin never quit untuk merokok. Apalagi seringkali merokok disandingkan dengan figure macho dan maskulin. Kira-kira begitu, kalau dari pemahaman saya.

M: @Biyan: Satu lagi Kang. Dapur mess sy bau pandan. Sy tanya ke beberapa teman. Ada yg jawab kl di eternit ada luwak. Ada yg jawab ada hantu di dapur. Knp sy lebih percaya dg jawaban kedua ya Kang?

N : Artinya @Biyan termasuk tipikal yang rasional.

M: @Hanto L: Kang Asep cuma Satu pertanyaan saja. Tapi penting….. Bisa nggak Kita menghipnotis diri agar bisa termotivasi untuk menulis?

N: Sangat BISA. Hypnosis paling kuat adalah hypnosis yang dilakukan oleh diri sendiri. Karena nggak ada yang lebih bisa dipercayai oleh kita kecuali diri sendiri.

Caranya : Temen2 di The Writers 1, sekarang udah masuk level 2, salah satu di antaranya ada metode Automatic Writing. Itu adalah metode yang secara langsung maupun tak langsung membangkitkan kesadaran untuk bergairah menulis. Itu cuma salah satu cara.

M: @Valen: Kang asep mau tanya, sekitar 2th yll saya pernah dicoba hipnoterapi biar tidur, tp sama sekali tidak bisa, pdhl sdh dicoba berulang ulang dan akhirnya gagal. Tapi knapa barusan saya ngikuti instruksi bisa berhasil ya, faktor apa yg mempengaruhi

N: Saya banyak menghadapi kasus ini. Dan biasa terjadi. Kemungkinannya sangat banyak. Hukum “trance” itu, trance kedua pasti lebih intens dari trance pertama. Trance ke-3 lebih kuat dari ke-2. Begitu seterusnya. Bisa jadi, Valen, subconsciousnya sebenarnya sudah terlatih di sesi hipnoterapi pertama itu. Kemudian yg kedua, aspek “trust” tadi. Ketiga bisa jadi “skill” hipnoterapisnya. Jadi ada banyak kemungkinan ya.  Tapi pada intinya, SEMUA ORANG bisa dan mampu memasuki kondisi hipnosis.

N: Closing. Baik Om. Teman-teman, permainan tadi, hasilnya, tidak menunjukkan yg satu lebih hebat dari yg lain, atau yg lain lebih powerful dari yg satu. Itu sekali identitas yg Tuhan berikan pada kita, sehingga kita kenal dan tau cara memoerlakukannya dg tepat. Semoga hari ini baik, dan ke depan makin lebih baik. Wassalamu Alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 

2 thoughts on “Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 9)”

Leave a Reply to AHMAD AMIN Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *