Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 8)

Pada hari Rabu, 3 Juli 2019, kulwap dengan Om Bud memasuki sesi 8 dengan isi sebagaimana dirangkum berikut. Masih bersama Om Bud sebagai narasumber (N) dan Kang Asep sebagai moderator (M).

M: Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam teman-teman. Kita ketemu lagi di sharing session ke-8 The Writers bareng Om Budiman Hakim. Malam ini adalah sesi terakhir Om Bud. Dan Om Bud akan membawakan materi: “University of Life”.

Baiklah teman-teman, mari kita sambut langsung Om Budiiiiimaaaan Haaaakiiiiiim….😁👏👏👏 Silakan, Om, dimulai.

N: Thank you Sep.

Selamat malam temen2 semua….. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seperti yg dikatakan Kang Asep. malam ini adalah sesi terakhir saya. Sesi berikutnya akan diisi oleh Kang Asep yang materinya mantulllll. Jadi malam ini saya berharap semua peserta bisa hadir real time dan mengikuti materi saya ini.

Pakabar, temen2? Kita ketemu lagi malam ini di Kelas Penulisan, The Writers, Sesi 8. Judul materi kta kali ini adalah University of life.

Kenapa saya memilih topik ini? Karena ilmu itu banyak sekali kita peroleh dari kehidupan. Buku-buku yang diterbitkan banyak sekali yang merupakan rekaman dari kehidupan sehari-hari. Lembaga pendidikan resmi memang sangat penting tapi percayalah, belajar dari hidup lebih penting dan tidak pernah berakhir sampai kita dipanggil Allah. Jadi nikmatilah hidup: Berbaurlah dengan kehidupan. Berusahalah bersinerji karena kita bagian dari kehidupan itu sendiri.

Kalau kita selalu peka pada apa yang terjadi di sekitar kehidupan kita maka kita akan terus belajar. NEVER STOP LEARNING BECAUSE LIFE NEVER STOP TEACHING. Kita akan belajar peka terhadap kehidupan sehari-hari. Pokoknya kita harus menemukan ide yang telah disembunyikan oleh Tuhan di sekitar kita.

OKAY. Pertama kita akan membahas HEADLINE (untuk materi periklanan) atau JUDUL (untuk materi film, konten, buku dll). Yuk kita mulai, ya.

BELAJAR BIKIN HEADLINE

Saya pernah menjadi pengajar di sebuah workshop Creative Writing. Persertanya berjumlah lebih dari 60 orang, terdiri dari profesi dan usia yang beragam. Dalam workshop tersebut saya menunjukkan sebuah gambar, foto temen saya David, yang sedang menyelam di dasar laut. Gambarnya adalah seperti di bawah ini.

Kemudian saya berkata pada audiens, “Teman-teman, ini adalah sahabat, saya namanya David. Dia hobby banget olahraga menyelam.” Semua orang memperhatikan gambar di atas dengan rasa ingin tahu. “Nah, seandainya ini adalah cover sebuah novel, coba kalian bikin judul novel berdasarkan gambar ini. Waktunya saya kasih 5 menit di mulai dari sekarang,” kata saya lagi.

Semua peserta langsung mencoret-coret kertas. Dan ga lama kemudian menyerahkan kertas yang berisikan judul buatannya. Setelah membaca seluruh kertas peserta, ternyata hasilnya cukup menarik untuk di analisa.

Pertama, lebih dari 50% peserta, memberi judul : “DAVID MENYELAM DI DASAR LAUT.” Okay saya tulis di bawah gambar ya, biar keliatan koneksi antara gambar dan copynya.

Nih udah saya tulis “David menyelam di dasar laut.”

Saya hitung dan pelajari jawaban peserta. Tenyata jawaban kedua terbanyak memberikan judul “David mencari mutiara.” OK, saya tempel lagi di gambarnya ya…..

Nih….

Uniknya ada satu jawaban. Jadi jawaban ini hanya satu. Ada satu perempuan berusia 16 tahun memberi judul “David mencari isteri.” Saya tempel lagi ya sama gambarnya….

Selanjutnya saya mencoba membahas ketiga judul ini pada para peserta. Selanjutnya saya mencoba membahas ketiga judul ini pada mereka. “Okay, dari ketiga judul ini, yang mana yang paling bagus?”

Saya bertanya pada peserta mana yang mereka pilih dan yang paling suka….

Believe it or not, semua peserta menjawab dengan suara kencang dengan pilihan yang seragam. “David mencari isteriiii!” jawab seluruh kelas. Saya sudah menduga mereka pasti akan menjawab demikian. Dan saya yakin sebagian besar peserta di sini juga memunyai jawaban sama.  Kenapa? Karena judul pertama sama sekali gak inspiratif. Kalimat “David menyelam di dasar laut” hanyalah PENGULANGAN dari apa yang sudah disampaikan oleh visualnya. Buat apa bikin judul mubazir begitu? Sayang dan sia-sia kan?

Judul kedua “DAVID mencari mutiara” sudah agak bergeser sedikit. Minimal kita jadi lebih jelaslah bahwa David menyelam di dasar laut untuk mencari mutiara. Tapi apakah judul ini sudah cukup inspiratif? Buat saya BELUM. Koneksi antara judul dan visual masih terlalu erat hubungannya satu sama lain. Pergeserannya terlalu sedikit.

Sekarang judul ketiga “David mencari isteri.” Coba bandingkan dengan visualnya. Jauh banget kan? Akan tetapi di situlah kerjasama keduanya menjadi sangat kuat. Ingat saya beberapa kali mengatakan bahwa karya yang bagus itu adalah karya yang mampu memaksa kita berpikir dan berimajinasi. Judul dari peserta perempuan berusia 16 tahun ini adalah contoh yang sangat bagus. Membaca judul tersebut, Membuat rasa ingin tau pembaca terusik. Membuat pembaca berimajinasi; ngapain Si David nyari isteri sampe ke dasar laut? Kita merasakan ada cerita di sana. Bahkan ada banyak peristiwa yang kita bisa gali dari judul di atas. Coba perhatikan orek2an saya berikut ini.

Perhatikan perbandingan no. 1, No 2 dan no. 3. Saya kasih 3 menit untuk memandang coretan tersebut. No. 1 lingkarannya bertumpuk shg terlihat seperti 1 buah lingkaran saja. No. 2 ada pergeseran sedikit sehingga terjadi irisan. No. 3 jauh banget antara judul dan image sehingga lingkarannya sangat berjauhan.

Kenapa kita PALING terinspirasi untuk menulis novel tentang David berdasarkan judul nomor 3? Yuk, mari kita bedah lebih dalam.

Misalkan visual David sedang menyelam kita sebut dengan titik 1. Judul ‘David mencari isteri’ kita sebut dengan titik 2. Perhatikan baik-baik: Jarak antara kedua titik itulah yang akan memudahkan kerja kita. Jarak antara titik 1 dan 2 adalah yang biasa kita sebut dengan RUANG KREATIF. Semakin jauh jaraknya semakin besarlah ruang kreatif tersebut sehingga otomatis ruang imajinasi kita juga semakin luas. Kenapa? Saya ulang karena typonya kebanyakan. Karena cerita yang akan kita buat pastilah sebuah alur yang akan MENGHUBUNGKAN titik 1 dan titik 2.

Novel yang kita buat pastilah bercerita tentang bagaimana David menemukan wanita pujaannya, kemudian dia kawini. Lalu entah bagaimana istrinya hilang entah ke mana dan cerita menjadi semakin seru ketika kita mengemas pengalaman David mencari isterinya. Dia mungkin mencari isterinya ke mana-mana, mencari di pegunungan, di gurun, di hutan rimba sampai akhirnya ke dalam laut. Keren kan?

Begitulah kita mengasah kemampuan untuk membuat headline atau judul. JUDUL tulisan kita haruslah menginspirasi semua orang.  Judul tulisan haruslah menginspirasi pembaca kita. Itu sebabnya saya suka cerewet pada kalian untuk ngasih judul tulisan yang menantang. Sering-seringlah berlatih membuat headline atau judul. Judul adalah ujung tombak yang akan memancing orang untuk membaca tulisan kita.

Agar lebih jelas saya akan menerangkan bagaimana belajar menulis JUDUL, ISI dan MEMAKSA pembaca membaca tulisan kita sampai selesai dengan metode POWER THREE

POWER THREE.

Untuk berlatih menulis, sekarang ini kita bisa menulis di mana saja. Saya menganjurkan pada kalian untuk menulis di status Facebook. Memposting tulisan di FB besar sekali manfaatnya. Kalo nulis di FB, kalian gak perlu tanya lagi ke saya, ‘Apakah tulisan kalian bagus atau tidak’. Kalian bisa mengamati reaksi temen-temen terhadap tulisan kita. Kalo banyak yang like, komen apalagi share, berarti tulisan kali bagus. Intinya adalah engagement yang kita peroleh bisa menjadi parameter untuk menilai tulisan kita.

Menulis buku dan menulis artikel di FB sama sekali berbeda. Bedanya begini: Kalo orang membaca buku kita, berarti mereka memang sudah berencana dan menyiapkan waktu khusus untuk membaca buku yang kita tulis. Tidak demikian jika kita menulis di FB. Kalo kita menulis di FB, kita harus memaksa user supaya tertarik membacanya. Dan caranya sama sekali gak mudah. Kenapa? Karena Facebook user biasanya browsing di timelinenya dan mengamati postingan teman-temannya dengan cepat. Jari-jarinya bergerak dan sangat mungkin TULISAN KITA TERLEWATI BEGITU SAJA.

Nah, kajian POWER 3 adalah strategi yang sering dipakai oleh lingkungan saya untuk memaksa Facebook User yang sedang scroll dow untuk berhenti di tulisan kita. Bukan hanya berhenti tapi juga bagaimana memaksa mereka untuk membaca artikel kita sampai habis. Power 3 ini sebenarnya adalah metode untuk mencari ide iklan yang saya peroleh dari senior saya di dunia periklanan, namanya Subiakto Priosoedarsono. Namun setelah saya pelajari dengan seksama, teori Power 3 ini justru lebih tepat dipakai untuk teknik penulisan di social media. Okay, jadi apakah POWER 3 itu?

Jadi Power three itu adalah:

  1. STOPPING POWER

Stopping power adalah strategi untuk memksa orang untuk membuatnya berhenti. Pastinya yang pertama dilhat orang adalah JUDUL. Biasanya orang akan berhenti pada satu judul yang menarik. Judul yang provokatif, nyeleneh, sadis dan berbau sex biasanya akan segera menarik pembaca. Mereka akan langsung mengklik artikel itu dan mulai membaca.

Di tahap ini, boleh dikatakan kita berhasil mempraktekkan tahap 1 yaitu STOPPING POWER. Artikel kalian akan banyak didatangi pengunjung. Tapi jangan buru-buru seneng. Ingat! Di tahap satu kalian sudah menjanjikan sesuatu yang menarik bagi pengunjung. Jangan kecewakan mereka! Masih ada tahap 2 dan 3. Seharusnya tahap berikutnya haruslah lebih menarik dari tahap awal.

  1. SHOCKING POWER

Di tahap ini kita mulai dengan awal cerita dan kita harus bercerita tentang sesuatu yang mengagetkan pembaca. Ciptakanlah suspense sehingga membuat keingintahuan mereka semakin menggunung. Contohnya pada cerita detektif yang dimulai dengan pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, pokoknya konflik selalu dimulai di bagian awal. Kalo kita berhasil membuat pembaca shock, itu berarti kita sukses melaksanakan tahap 2.

Nah, selanjutnya tentu kita berharap orang akan membaca artikel kita sampe habis, kan? Kalo gak, ya, percumalah dua tahap yang sudah kita bangun. Bagaimana memaksa netizen untuk membaca sampai habis?

  1. STICKING POWER

Tahap ini fungsinya paling berat yaitu bagaimana memaksa pembaca untuk membaca artikel kita sampe selesai. Coba kita liat apa modal yang kita punya? Dalam cerita pasti ada konflik. Kalo ada konflik tentunya kita punya solusi, kan? Pertanyaannya apakah solusi cukup menarik sebagai ending cerita? Kalo dirasa kurang, ga ada salahnya kita kasih dramatisasi agar jadi lebih dramatis. Selain itu kalian juga bisa menyelipkan jokes, keywords atau kutipan tokoh-tokoh terkenal yang relevan dengan tulisan kita. Bisa juga kita memanfaatkan CERPENTING yang sekiranya cocok dengan jalan certa yang kita tulis. Jadi itulah salah manfaat cerpenting yang telah kita pelajari kemaren.

Satu lagi sebagai tambahan, gunakanlah gaya bahasa sendiri, jangan mencontoh gaya penulis lain. SEHEBAT APAPUN CARA KITA MENIRU, KITA GA AKAN PERNAH LEBIH HEBAT DARI ORANG YANG KITA TIRU.

Kalo kita berhasil mempraktekkan POWER 3 ini dengan baik, kalian gak usah takut untuk menulis sepanjang mungkin. Kalo tulisan kita panjang tapi masih banyak orang yang mau membacanya sampai selesai maka itulah sebuah indikasi bahwa orang sangat menyukai tulisan kita. Selanjutnya tulisan kita insya Allah akan ditunggu-tunggu oleh visitor.

Jangan pernah menggunakan judul yang bombastis dan provokatif tapi isinya ga relevan dengan isi. Misalnya kalian membuat judul “Bersetubuh dengan mayat”. Manteb banget dong judulnya? Hehehehe….. Saya jamin orang akan langsung ngeklik link tulisan kita. Tapi hati-hati! Mereka akan kecewa berat kalo isinya ternyata ga seheboh judulnya. Apalagi kalo isinya sama sekali ga ada hubungannya dengan keseluruhan tulisan. Kalian malah akan dibully sebagai penulis penipu.

Satu lagi yang perlu dipahami, jangan pernah minta orang lain kasih komen di artikel kita. Biarkan tulisan kita yang mengetuk hati para pembaca untuk ngasih komen sendiri. Kalo pake diminta segala, komen mereka jadinya gak jujur. Mereka kasih komen hanya semata-mata berdasarkan order kita.

Terakhir, jangan hanya menulis satu topik saja. Orang cenderung membandingkan dengan tulisan kita sebelumnya. Akibatnya kita jadi sulit untuk membuat yang lebih bagus dari tulisan sebelumnya. Ada banyak topik menarik di dunia ini yang bisa kita petik. Hidup ini terlalu berharga untuk diisi hanya dengan 1 hal saja.

Sekarang mari kita belajar lebih dalam lagi tentang JUDUL dan POWER THREE sekaligus.

BELAJAR DARI SUPIR TRUK.

Kalau sedang mengendarai kendaraan di belakang sebuah truk, kita pasti pernah melihat gambar-gambar yang lucu di bagian belakang truk itu. Gambar-gambar tersebut biasanya dilengkapi dengan kalimat yang tak ubahnya berfungsi sebagai Headline atau Judul. Kalimat-kalimat dari supir truk ini banyak yang menggelitik emosi. Kalo kita terhibur atau sampe ketawa terbahak-bahak, ketularan galau, pokoknya kita sampe tergugah, berarti headline supir truk tersebut inspiratif banget.

Coba kalian perhatikan baik-baik tulisan mereka. Sebagian memang tidak ada maknanya, tapi sebagian lainnya kadang begitu bercerita dan mempunyai makna yang cukup dalam. Beberapa contoh tulisan di truk yang sering kita temui:

  1. Lupa namanya, ingat rasanya
  2. Pulang malu, tidak pulang rindu
  3. Pergi karena tugas, pulang karena beras
  4. Senyummu merobek dompetku
  5. Kau lebih cerewet dari mantan isteriku

Kadang para supir truk memanfaatkan kata yang sudah ada lalu diperlakukan sebagai singkatan. Biasanya kata yang dipakai adalah kata yang berasal dari sebuah merk. Contohnya:

  1. DJARUM : Demi Janda Aku Rela Untuk Mati
  2. ARDATH : Aku Rela Ditiduri Asal Tidak Hamil

Pernah juga saya ngeliat para supir situ menggunakan kata dalam bahasa inggris, tapi maknanya bukan pada penulisannya, tapi ada di pengucapannya. Misalnya:

  1. The me is three;
  2. Be young care rock

Kreativitas mereka tidak berenti sampe di sini. Pasti kalian pernah ngeliat bagaimana para supir menggabungkan huruf, angka dan bunyi sehingga kadang kita perlu mikir sejenak untuk mengartikannya. Contoh:

  1. BER 217 AN
  2. MER 123 LAK
  3. p 6 pilan 1/3 dis
  4. H 234 DIN daRI KLA 10

Contoh tulisan di truk

Luar biasa ya? Semua tulisan-tulisan di truk itu telah membuka mata saya bahwa barangkali saya sendiri bukan lawan mereka dalam hal kreativitas. Seringkali kita cuma ketawa doang ngebaca tulisan-tulisan itu. Tapi coba pikirkan proses pembuatannya dan tela’ah bagaimana semua itu mencerminkan kegalauan hidup mereka. Bukan jarang emosi saya tergugah membaca curhat mereka.

Sekarang saya akan menceritakan sebuah tulisan di truk yang paling melegenda dan pasti semua orang pernah membacanya. Saya pernah melihat gambar wanita cantik mengenakan kemben. Salah satu tangan wanita itu sedang menyibakkan rambutnya ke atas dengan cara yang amat sensual. Dan di samping gambar terdapat sebuah kalimat pendek berbunyi “Kutunggu jandamu.” Mengharukan sekali bukan? Kalimat sederhana ditunjang dengan gambar yang berbicara merangsang keingintahuan kita apa yang melatarbelakangi penciptaan itu.

Bukan mustahil gambar itu adalah ekspresi rasa sakitnya Pak Supir ketika berpisah dengan pujaan hatinya sewaktu di desanya dulu. Ada banyak sekali cerita yang bisa digali. Sebagai penulis, saya tergugah oleh tulisan “Kutunggu Jandamu” tersebut. Begitu tergugahnya sehingga saya terpicu untuk membuat ceritanya. Kalau boleh saya mereka-reka cerita di balik gambar itu, mungkin ceritanya seperti berikut ini:

KUTUNGGU JANDAMU

“TIDAAAAAAAAAAAAK!!!!”

Suara teriakan memilukan datang dari seorang supir yang sedang mengendarai truknya. Air mata mengucur deras dari matanya. Entah kesedihan apa yang menderanya sehingga Sang supir berkendara sambil memekik histeri seperti itu.

Ciiiiiiii!!!!! Karena kurang konsentrasi hampir saja truk tersebut nyelonong masuk jurang. Untunglah Maman, demikian nama supir tersebut, sempat menginjak remnya dan selamatlah dia dari malapetaka.

Menyadari bahwa keadaannya tidak cukup tenang untuk berkendara, Maman memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan. Untuk melampiaskan hatinya yang pepat, dia keluar dari truknya, berdiri di pinggir jurang dan kembali berteriak sepuas-puasnya, “TIDAAAAAK!!!!!”

(Cerita Flashback ke beberapa waktu sebelumnya).

Maman bersimpuh dan mohon pamit pada ayahnya yang sedang sakit. Tekadnya sudah bulat hendak menjadi supir truk lintas Sumatera, membawa hasil bumi dari Padang ke Jakarta.

Tidak sanggup dirinya terus tinggal di desanya setelah sang kekasih, Jamilah, dijodohkan orang tuanya dengan pedagang material kayu dari Sukabumi.

Namun setelah setahun lebih mengemudikan truk, ia belum juga dapat melupakan wajah Jumilah.

Selalu saja terbayang kekasihnya sedang mencuci pakaian di sungai dengan kemben basahnya.

Sesekali ia harus menyibakkan rambutnya yang terjatuh karena harus senantiasa menunduk ke arah sungai.

Rindu yang tak tertahankan membuat Maman memberanikan diri pulang ke desanya di hari Lebaran.

Tapi apa yang ditemuinya? Jamilah sudah punya anak dan tampak hidup berbahagia dengan  suaminya.

Lebaran hari kedua, Maman langsung pergi lagi dan berusaha tenggelam dalam pekerjaannya.

Namun ke mana saja truk ia kendarai, bayangan Jamilah terus saja mengikutinya.

Aduh bagaimana ini? Keluhnya dalam hati. Bagaimana mengeluarkan rindu yang akan meledak di dada?

Dan muncullah idenya untuk berekspresi: Dia menggambar Jamilah dengan tulisan

“KUTUNGGU JANDAMU.”

_______________

Bagi orang lain, gambar di truk itu hanyalah sebuah gambar yang menghibur dan mengundang senyum. Tapi dari sudut lain, supir truk itu telah memberi contoh pada kita tentang bagaimana gambar (visual) mempunyai kerjasama yang kuat dengan kata-katanya (copy).

Kita dapat membaca ada keperihan di situ. Ada kerinduan, ada airmata dan ada cerita menarik yang lebih membumi daripada sinetron-sinetron yang ada di TV.

Dengan menggambarkan seluruh ilustrasi di atas, saya bermaksud membuktikan bahwa; sejak lahir semua orang telah dikaruniai ilmu penulisan. Tua muda, kaya miskin, laki-laki perempuan pokoknya semua.

Penulisan sebagai ilmu pengetahuan bukanlah barang baru. Naluri menulis ada dalam diri kita semua. Menulis adalah bagian dari tingkah laku kita sehari-hari . Termasuk Maman, Si Supir Truk.

Inilah yang saya maksud dengan Univerisity of life. Kita belajar berempati pada sekeliling kita. Mulai sekarang, cobalah kalian mengamati tulisan-tulisan di bak truk. Mulailah melihat dengan cara pandang yang lain. Kalo ada yang lucu, miris atau mengharukan, cobalah membuat ceritanya seperti tulisan saya di atas. Masukan ke dalam blog kalian. Kalo banyak yang nge-like atau ngasih komen, berarti tulisan kalian menarik.

Cobalah lakukan berulang-ulang. Kenapa? Karena dengan membaca tulisan-tulisan di truk, kita bisa membedakan mana headline yang inspiring dan mana yang tidak. Dengan menulis cerita berdasarkan tulisan itu, tanpa terasa kita menemukan cara yang efektif untuk melatih menulis cerita yang bagus.

Saya kira cukup sekian sharing ini. Takutnya gak ada waktu buat sesi tanya jawab. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga Tuhan makin sayang sama kita. Aamiin.

M: Pertanyaan pertama dari @florenslee11: Hari ini saya menulis PR di FB,  dan banyak yang mampir apa karena judulnya Ranjang X bla bla bla…” Mungkin kalo judulnya “Ranjang XXX” akan lebih banyak lagi kali yang mampir ya om Bud….?

N: Hai Florens, saya rasa judulnya memang sangat menantang rasa ingin tahu. Betul kalo kamu bikin jadi Ranjang XXX tentunya semakin menjanjikan tapi hati-hati, kalo isi cerita tidak sesuai dengan harapan pembaca, mereka bisa kecewa. Kalo udah kecewa mereka gak mau komen. Kalo udah kecewa mereka gak mau share. Jadi pastikan untuk memilih judul yang menantang tapi tetap sesuai dengan isi ceritanya.

M: Pertanyaan ke-2 dari @Joey : bagaimana membangun suatu dramatisir cerita seolah2 nampak nyata pembaca masuk ke cerita….tolong tips Bang Bud🙏🏽 karena setiap membaca tulisan Bang Bud saya seolah2 ikut didalamnya. Thanks salam.

N: Pilih bagian dari cerita kita  yang paling menggugah emosi. Kemudian bagian yang penuh emosi tersebut masukkan percakapan dengan kalimat langsung. Kalimat langsung bisa membius pembaca seakan-akan kita dibawa ke real time. Itu sebabnya pembaca ikut hanyut dalam emosi yang ada. Itu sebabnya pembaca sering merasa berada dalam cerita tersebut.

M: Pertanyaan 3 dari @Ocha 😺 R. Karnita 🍁 : Mau tanya yg 3 power ke om Bud. Dulu saya pernah ikut workshop juga di pinasthika jogja entah thn brp, ttg formula 3S yg sama, tapi yg satu adalah striking power. Apa bedanya dgn shocking power? Apakah striking power hanya utk diaplikasikan pada iklan supaya org mau beli produknya, dan shocking power lebih utk yg umum seperti utk menulis cerita?

N: Kurang lebih sama kok. Metode power 3 ini sebenernya bisa diaplikasikan ke bidang apa saja. Misalnya dalam penulisan buku. Kalo kita bikin buku maka yang menjadi stopping powernya adalah covernya. Gunanya tentu supaya orang yang berada di toko buku dan sedang berjalan di lorong antara rak-rak tersebut mau berhenti dan mengambil buku kita. Begitu juga di film, novel bahkan lagu. Jadi gak ada yang spesial untuk iklan atau bidang tertentu.

M: Pertanyaan 4 dari @Munaaaa : Bagaimana cara kita menentukan/menemukan garis khayal antara judul dan visual yang jauh kaitannya dalam rangka menciptakan judul yg inspiratif?

N: Gampang kan? Kalo judul dan visual jaraknya jauh maka garis khayal yg kamu maksud adalah jarak yang jauh tersebut. Jadi sebagai penulis kita tinggal berimajinasi dan merancang cerita untuk mendekatkan kedua elemen tersebut.

M: Pertanyaan 5 dari @Yusuf Eko : Sering saya kesusahan mengatur tempo dalam menyajikan konflik dan solusi. Baru aja konflik eh uda langsung solusi. Kadang konfliknya uda dimunculkan tapi kelamaan menuju solusi malah akhirnya jadi antiklimaks. Mohon sarannya. Terima kasih.

N: Ini pertanyaan yg bagus. Memang dibutuhkan kejelian dari penulis untuk menciptakan jarak antara konflik dan solusi. Analoginya persis kayak juri Indonesian idol pas ngumumin pemenang. Kan sering dilama-lamain tuh, maksudnya sih supaya penonton tegang. Maksudnya baik tapi kalo kelamaan kita juga jadi muak ngeliatnya. Sementra kalo gak dilama-lamain, suspense tidak tercipta.

Ini masalah jam terbang menulis. Kalo kita terbiasa menggarap sebuah konflik, kita akan tau kapan kita sudah harus masuk ke solusi. Atau bisa juga kita membuat beberapa konflik. Jadi ada konflik utama dan kita ciptakan konflik bawahan. Biasanya penulis suka nyicil dengan memberi konflik bawaan dulu. Setelah semuanya terselesaikan barulah konflik utama dikasih solusi supaya menjadi super klimaks..

M: Pertanyaan ke-6 dari @maymona deviani: Lebih baiknya bikin cerita dulu baru nentuin judulnya, apa bikin judul dulu baru nulis cerita yang relevan sm judul tsb?

N: Gak ada satupun teori yang cocok buat semua orang. Kenali diri kita sendiri dan pilih yang nyaman gimana enaknya. Ide kadang muncul berupa judul. Misalnya novel saya yang udah 3 tahun gak kelar-kelar itu berangkat dari pemikiran yang berbentuk judul: PENJELAJAH MIMPI.’ Barulah saya mikirin gmn caritanya.

Tapi buku-buku saya yang lain lebih banyak yang bermula dari ceritanya dulu. Pokoknya liat ide itu dan pilih nyamannya mulai dari mana. Semuanya sah. Semuanya OK.

M: Pertanyaan ke-7 dari @Joy to the world 😍 : Untuk orang berkarakter cuek dan masa bodo. Apa saran Om Bud biar menjadi peka? Trims

N: Hahahahahaha….Waduh pertanyaannya. Pada dasarnya gak ada orang cuek di dunia ini. Mereka cuma peduli pada hal yang spesifik. Nah saran saya cobalah dalami hal yang spesifik tersebut lalu gali cerita apa yang kita bisa gali dari sana.

M: Pertanyaan terakhir dari @@way 😁 Assalammu’alaikum Om Bud dan Kang Asep Herna. Pertanyaan saya adalah :  Punya gaya bahasa sendiri, itu sah-sah saja ? Punya gaya bahasa sendiri, mungkinkah bisa jadi sebuah trademark ?

N: Bisa dong. Coba baca buku-buku saya. Kenapa saya bikin bahasanya begitu? Kayak orang ngobrol shg secara KBBI mungkin banyak yang ga cocok. Dan dosen2 PT banyak yang ngritik tulisan saya.

Tapi sebenernya saya memang sengaja menulis seperti itu. Karena saya tau banyak orang kita lebih suka ngobrol daripada baca. Makanya saya nulis dengan bahasa ngobrol. Akibatnya orang sering tidak merasa sedang membaca buku tapi sedang ngobrol dengan saya. Misalnya salah satu buku saya berjudul “NGOBROLIN IKLAN YUUUUK!!!!!”

M: Om, sepertinya itu pertanyaan terkhir. Dan sudah lewat 17 menit dari pukul 22. Sebelum sesi kita akhiri, silakan barangkali ada closing speech Om.

N: Teman-teman, saya mau kasih PR lagi. Dan sekali lagi PR ini cuma buat yang sempat aja,

Jadi begini. Kan saya udah bikin cerita tuh berdasarkan tulisan di truk “Kutunggu jandamu.”

Nah sekarang giliran kalian buat cerita ya? Kalian harus cari tulisan di truk lalu pilih yg paling inspiratif untuk dibuat cerita. Eh pasti pada males ya nyari truk malem2 Hehehehehe…..

Okay khusus untuk kalian, udah saya catetin tulisan di truk. Jadi silakan pilih sendiri mana yang menggoda untuk dibuat cerita. Ini list tulisan di truk yang berhasil saya kumpulin but dijadiin cerita.

  1. Anda butuh waktu, kami butuh uang;
  2. Naik Gratis, Turun Bayar
  3. Ma2ku 1/3 dis
  4. THE ME IS THREE
  5. Jagalah Jandamu
  6. JANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK
  7. TABAH MENANTI
  8. Ku Nanti Jandamu
  9. SEKARANG BAYAR, BESOK GRATIS
  10. APKTNTAJ.COM
  11. Ber 2 1 7 an
  12. MER – 123 – LUCK
  13. Abang yang enak, adek yang beranak
  14. Be are the kill us all come fuck
  15. BE YOUNG CARE ROCK
  16. Alone By Must
  17. Cintamu Tak Semurni Bensinku
  18. Ja 500 Let
  19. Buronan Mertua
  20. On any book an plumb pleasant
  21. BERSATU DI PANGKALAN BERSAING DI JALANAN
  22. Bercinta di Bis Berpisah di Terminal
  23. PUTUS CINTA sudah biasa PUTUS REM matilah kita
  24. Cintaku Berat Di Bensin
  25. MAN 7 jur
  26. JUM’AT KELABU= Trayek Pasar Jumat – Pondok Labu
  27. Mencari nafkah demi desah
  28. UCOK = Uang Cukup Ongkos Kurang
  29. Lupa Namanya, Ingat Rasanya
  30. Enak Tapi Dosa
  31. Istri goyang suami basah
  32. Pergi karena tugas pulang karena beras
  33. Rejekiku dari silitmu
  34. Cinta ditolak dukun bertindak
  35. Pulang malu, tak pulang rindu
  36. JANDA 1/3 DIS
  37. Do Now . Casino . In Draw = WarKop DKI
  38. Bukan salah ibu mengandung, salah bapak gak pake sarung
  39. Kau lebih cerewet dari mantan isteriku
  40. Jangan basahi matanya. Basahi vaginanya.

OK? Saya kira cukup sekian sharing ini. Wabillahi taufiq walhidayah, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

M: Waalaikum salam wrb. Alhamdulillah, terima kasih, Om Budiman Hakim. Terima kasih teman-teman semua. Berakhir sudah sharing asik kita malam ini. Kita masih akan ketemu besok, dengan materi yg berbeda. Terima kasih 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *