Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 12)

Sesi 12 ini adalah sesi terakhir dari rangkaian kulwap menulis kreatif. Sabtu, 13 Juli 2019, Kang Asep menyampaikan materi pamungkas dengan dimoderatori oleh Om Bud, dan melibatkan interaksi dengan peserta (P).

M: Temen2 sekalian. Hari ini adalah sesi 12 sekaligus sesi terakhir dari level 1. Hari ini Kang Asep Herna akan membawakan sesi terakhir yg pastinya akan menjadi puncak dari seluruh sesi yg sudah kita jalani. Jadi mari kita sambut saja segera Asep Hernaaaaa.. .!!!Silakan Sep…

N: Terima kasih Om Budiman Hakim. Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam teman-teman.

Saat ini adalah sesi terakhir kita. Dan saya berharap, teman-teman banyak yg ikut live di momen ini. Karena, saya akan putar 1 video yg nanti nggak saya open public, berhubung isinya adalah sugesti rileks. Jadi kuatir ditonton oleh orang di luar grup kita, tanpa tahu intruksinya.

Teman-teman. Terakhir kita sudah mempelajari 6 teknik Hypnotic Copywriting, yaitu Rhyming, Repetisi, Klimaks & Antiklimaks, Metafora & Personifikasi, Quote serta Eksplorasi Kata Benda ya. Saat ini saya akan share teknik-teknik lainnya.

Sebelumnya, untuk teman-teman yg bersedia, saya akan guide temen-temen, buat mampu menyerap 20 teknik ini dengan mudah dan menyenangkan secara otomatis, sehingga seusai mengikuti sesi-sesi di kelas saya ini, disadari atau tidak, teknik ini menjadi Unconscious Competency teman-teman. Tertanam dalam diri teman-teman. Dan ini hanya berlaku buat, sekali lagi, yg ikut LIVE malam ini. Bersediakah, teman-teman? Silakan ucapkan/tulis di sini bersedia buat yg mau.😊

P: Bersedia

N: Siapppp, terima kasih. Instruksi ini hanya diperkenankan untuk teman2 yg berada di ruang tenang, ruang aman. Bukan di ruang publik apalagi di dalam kendaraan/jalan. Yg di ruang publik atau di kendaraan, saya LOCK, hanya sebagai pengamat saja. Mohon sekarang HINDARI posting di timeline ini ya.

Oke, saya siap mengajak rileks teman-teman sejenak. Dan saya minta semua ambil posisi yang paling nyaman, paling aman. Sebelum saya mengajak rileks teman-teman semua, saya minta teman-teman untuk membaca dan mengucapkan sugesti berikut, di dalam hati, SEKARANG:

“SAAT SAYA MEMASUKI MOMEN RILEKS DAN SEMAKIN RILEKS PALING DALAM DI 10 DETIK, SAYA IZINKAN DIRI SAYA UNTUK MENYERAP DAN MENGUASAI SEMUA MATERI HYPNOTIC COPYWRITING DARI KANG ASEP DENGAN SANGAT MUDAH DAN MENYENANGKAN. SAYA MINTA SUBCONSCIOUS SAYA, UNTUK MENJADIKAN SKILL HYPNOTIC COPYWRITING INI, SEBAGAI UNCONSCIOUS COMPETENCY SAYA. SAYA BISA, SAYA EXPERT, DAN SAYA SEMAKIN BISA. TERIMA KASIH TUHAN.”

Baik temen-temen, ijinkan kalimat di atas, diproses dalam subconscious-mu. Silakan ikuti instruksi di Video yang sebentar lagi saya putar. Dan di AKHIR VIDEO ini, TUTUP mata Anda, nikmati suasana sunyi diri Anda, dan setelah 10 detik, ingat, setelah 10 detik, Anda bangun dengan SEGAR, SEHAT, NYAMAN dan BAHAGIA. Siap ya?

Baik. Silakan duduk yang rileks. Pastikan posisinya aman dan nyaman. Silakan minta subconscious diri memroses sugesti yang tadi Anda baca dan ucapkan dalam hati. Lalu lihat video ini:

https://youtu.be/q_75ad6g0Wc

Silakan. Sudah selesai?

P: Selesai. Kaget pas lihat tulisan TIDUR…hampir tertidur 😳😳😳

N: (Oke, sy set privacy dulu Youtube-nya ya. Ngeri ada di luar grup kita memutarnya). Siapppp, kita lanjut.

Teknik ke 7 dari Hypnotic Copywriting adalah: GUNAKAN POLA WAKTU SEKARANG. PRESENT CONTINUES TENSE. Terkhusus saat temen2 melakukan call to action ke audience, gunakan penanda waktu SEKARANG, SAAT INI, DETIK INI, bukan nanti, bukan akan, bukan besok.

Hindari kata “akan”, “bakal”, “nanti”, dan sejenisnya, karena kata-kata itu bermakna sesuatu yang MUSTAHIL terjadi. Dan hal ini ditangkap keren oleh supir angkot lho, lewat stiker yang sering kita lihat ini:

Sampai kita tuntut ke pengadilan internasional di Denhaag sekalipun, si supir angkot akan menang, karena kata “Besok” tidak dikenali sebagai sebuah realitas, sehingga kata GRATIS tidak bakal ada dalam konteks kalimat di atas. Gratis menjadi sesuatu yg mustahil terjadi.

  1. KATA NEGATIF VERSUS KATA-KATA POSITIF

Sama halnya dengan kata “akan”, “nanti”, “bakal”, kata-kata negasi TIDAK dikenali oleh subconscious kita. Seperti kata “tidak”, “jangan”, “no” dan sejenisnya. Tahukan teman-teman, tempat paling pesing nomor 2 selain toilet adalah pojokan yang ada peringatan: “Jangan Kencing di Sini!” Atau pernahkah lihat, di lokasi yang ada tulisan “JANGAN BUANG SAMPAH DI SINI”, eh malah sampahnya menggunung?😂 Ini karena memang subconscious manusia tidak mengenali kata-kata negasi.

Ini ilustrasi menarik, di mana pernah ada percobaan dengan menyebut kata “Jangan intip. Bahaya!”, eh malah memancing semua orang untuk mengintipnya. Dan semua orang mengabaikan kata JANGAN itu. Mungkin temen2 pernah liat video ini:

https://www.youtube.com/watch?v=cDQ5YRQ920M&t=35s

Saya pernah didatangi seorang ayah yang complain ke saya, karena dia mengikuti saran saya untuk memberi sugesti positif ke anak di saat ngantuk berat ketika mau tidur. Dia bilang, kenakalan anaknya malah makin menjadi-jadi. “Bikin malu,” katanya. Saya tanya, memang gimana, Pak, bunyi sugestinya? Dia menyebut sugestinya: “Nak, mulai sekarang kamu (JANGAN) nakal. (Jangan badung. (Jangan) ngelawan sama ibu, sama ayah, sama guru. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu (JANGAN) mempermalukan ayah. Ya, nak?” Bayangin temen-temen. Kalimat di atas, yang tujuannya baik, tapi karena tidak tahu mekanisme mental manusia, tiba-tiba jadi bahaya banget. Saat kata (JANGAN) dibuang, maka sugestinya menjadi sangat mengerikan: “Nak, mulai sekarang kamu nakal. Badung. Ngelawan sama ibu, sama ayah, sama guru. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu mempermalukan ayah. Ya, nak?” Mengerikan banget, kan?😂

Tapi teman-teman, kita boleh lho pake kata-kata negasi ini, bila GOAL kita memang bertujuan agar audience men-delete negasi tersebut. Dan saat di-delete, makna positifnya yang muncul. Misal, kata “JANGAN BACA IKLAN INI”. Maka ini adalah contoh copywriting yang brilian, karena ditulis dengan goal: BACA IKLAN INI. Salah satu member di Forum NLP yg saya buat, sampai bikin buku serial yang judulnya pake eksplor kata negasi seperti di atas, “BUKAN UNTUK DIBACA”, dan impactnya, malah dicetak beberapa kali dan dibaca banyak audience.

Oke kita lanjut teknik berikutnya:

  1. SEBAB AKIBAT

Eksplor kalimat dengan format sebab-akibat atau sebaliknya, untuk memancing kepercayaan audience. Pikiran bawah sadar sangat peka dengan formulasi kalimat seperti ini, bahkan ketika format “Sebab-Akibat” ini tidak memiliki hubungan logis.

Saya sering saat menghipnosis massal, ketika demonstrasi membuat TRANCE beberapa orang, saya minta orang lain bertepuk tangan meriah. Lalu saya bilang: “TEPUK TANGAN teman-teman kamu, membuat kamu tidur lebih dalam dan lebih dalam lagi.” TEPUK TANGAN adalah SEBAB. TIDUR lebih dalam adalah AKIBAT. Paradoks kan? Aneh. Karena tidak ada hubungan logis antara suara gemuruh tepuk tangan dengan tidur dalam. Malah logikanya sebaliknya. Gara-gara berisik, tidur jadi bangun semestinya, kan. Tapi, uniknya, sugesti SEBAB-AKIBAT ini benar-benar ampuh. Dan subjek pun terlena dalam tidur dalam. Itulah realitas subconscious. Sok berpikir logis, padahal irasional.

Ada salah satu iklan COPY-IMPACT, yang isinya copywriting semua, dan formatnya konsisten pake kalimat SEBAB-AKIBAT. Dan iklan ini sangat kuat serta monumental sampai saat ini. Iklan ini juga memenangkan CANNES festival. Dia dg puitik merancang copywritingnya dg pola Sebab akibat:

Bacanya nanti aja gak apa-apa ya. Kita hemat waktu.

Teknik 10, PRESUPOSISI

Teknik ini sering saya pakai untuk terapi. Ini adalah sugesti, yang dikemas sebagai sebuah praduga bahwa akan terjadi sebuah tindakan/kejadian, di waktu tertentu, dalam suasana terrentu. Praduga atau asumsi ini membentuk sugesti kuat yang menggiring audience untuk merealisasikannya.

Di waktu test “Mengunci Mata” dulu, saya memakai teknik PRESUPOSISI. Mengapa ini saya pakai? Karena saya tidak bisa memandu temen-temen sambil menutup mata dari awal kan, berhubung sugesti saya adanya di teks. Bagaimana bisa temen-temen baca sugesti saya kalo mata diminta nutup dari awal, haha… Nah, akhirnya saya pake teknik PRESUPOSISI, dengan membuat framing: “SAAT ANDA MENUTUP MATA, LALU MENGHITUNG DARI 10 HINGGA 1, MAKA MATA ANDA TERKUNCI DALAM 10 DETIK. INGAT, 10 DETIK”

Ini tulisan powerful lho. Coba teman-teman, di mana kira-kira letak presuposisinya? Presuposisinya:  Saat temen2 menghitung mundur dari 10-1, di hitungan 1 mata terkunci dlm 10 detik. Kalo dalam contoh iklan, Copywriting yang dibuat dengan pola PRESUPOSISI, kira-kira seperti ini:

“LIHAT. TUJUH HARI SEJAK ANDA BERSAHABAT DENGAN POND’S, BERSIAPLAH MEMIKAT SIAPA PUN YANG ANDA INGINKAN.”

Kalo ada waktu, coba temen-temen simak salah satu lagu Afgan, yang judulnya “Wajahmu Mengalihkan Duniaku”. https://www.youtube.com/watch?v=Z_17woj3JNE

Di sini, diceritakan, dengan soft tentunya, bagaimana dalam 7 hari, si tokoh “Kamu” mampu mengalihkan dunia tokoh “Aku”. Dari mana kata 7 hari ini muncul? Dari salah satu produk Flawless White yang mengandung 7 bahan aktif Derma Strength, yang konon bisa membuat kulit cerah bersinar dalam 7 hari.😁 Di strateginya kayak gitu.

Copywriting ini sangat KUAT impactnya terhadap perilaku. Kenapa? Di dalamnya, selain ada ASUMSI, ada penanda waktu juga, yang secara spesifik memancing pikiran dan tubuh audience untuk merealisasikannya. Audience, bisa benar-benar dalam 7 hari semangatnya tumbuh dengan ANCHOR POND’S, lalu dalam hari ke-7, kepercayaan dirinya sempurna, dan darinya kemudian wajahnya cerah bersinar sempurna, lalu ia mampu mengalihkan dunia siapapun pria yang melihatnya.

Jadi, teman-teman, hati-hati dengan pola kalimat PRESUPOSISI/ ASUMSI, Waspadai jangan sampai hal buruk terjadi, ya. Ini salah satu contoh iklan radio yang saya buat dengan teknik ini:

Semoga bisa dibuka.

Sebelum BREAK dengen KITKAT, kamu lemes. Setelah BREAK dengan KITKAT, kamu punya SPIRIT kuat.

Saat itu, strategi KitKat kita jadikan sbg Pendongkrak Semangat (Uplifting Spirit)

Teknik 11, DOUBLE BIND

Mengkondisikan audience kita seakan memiliki 2 pilihan. Padahal realitas sebenarnya audience tidak memiliki pilihan, kecuali ide yang kita tawarkan. Mengapa ini sangat powerful? Karena kita menempatkan audience sebagai pemilik kendali. Sebagai decision maker yang bisa memilih apa saja. Padahal, keduanya, sekali lagi, bukan pilihan.

Contohnya: “Saat melihat iPhone ini, Anda boleh berdecak kagum sebentar, lalu membelinya dengan cicilan bunga 0%; atau Anda bisa serta merta merogoh cash tanpa pikir panjang lagi!”. Contoh lain: “Memahami Hypnotic Copywriting, kamu bisa langsung ingin menguasainya, atau mungkin dalam 2 menit menunda untuk kemudian semangat mempraktekkannya.” Pilih yg mana pun bebas, krn dua2nya konten pesan yg kita inginkan. Itu-itu juga.

Saya sering memakai teknik ini sama anak kalo sesekali mogok mandi. Saya bilang: “Ade, mandi dulu sama ayah, yuk, atau mau sama Ibu?” Dengan lantangnya, si Ade menunjukkan perlawanannya sama saya: “Sama Ibu!” Nggak kenapa-kenapa, kan? Yang penting, idenya adalah MANDI.

M: interupsi!!!!

N: Silakan Om.

M: Buat temen2 yg udah punya pertanyaan silakan Japri ke saya. 5 pertanyaan terbaik akan saya posting di sini untuk dijawab oleh Kang Asep. Terima kasih…. Lanjut, Sep…

N: Siappp. Nuhun Om.

Teknik 12. YES SET QUESTION

Mengkondisikan subjek selalu setuju pada apa yang kita ungkapkan. Dengan pola itu, critical factor subjek lengah, lalu kita giring ke wilayah trance. Kita gunakan pertanyaan-pertanyaan, atau statemen-statemen, yang memungkinkan pembaca atau audience hanya menjawab atau bereaksi dengan kata “YA!”. Ini banyak dilakukan para marketer nih. Saya juga sering dapat email blast serupa ini, hahaha.

Contoh: Hai…

Apakah kamu menginginkan diri kamu selalu diliputi rasa bahagia?

Apakah kamu ingin kamu senantiasa merasa tenang dan nyaman di setiap waktunya?

Apakah kamu ingin masa depan kamu secure dan terjamin?

Apakah kamu ingin siapapun orang-orang tercinta kamu selalu baik-baik saja?

Apakah kamu mau di setiap detik, menit, jam, hari, dan tahun demi tahun, uang bukan lagi masalah bagi kamu?

Kontak deh Vonny di 020 0020 000, sekarang juga.

Ini misal contoh buat iklan asuransi.😂

  1. REGRESSION

Pola dengan mengajak audience mengingat, mengenang, dan merasakan secara intens masa lalu dia, lalu mengubahnya menjadi trance. Salah satu karya Mas Rizky Nur Zamzamy, senior saya, untuk Sarimie, yang saya suka, taglinenya: ”DARI AROMANYA,TERBAYANG KELEZATANNYA”. Dan ini memakai Pola Regresi. Semua pengalaman yang berkaitan dengan aroma dan kelezatan Sarimie, hadir serta merta. Dan ini, dalam mekanisme yang sudah kita pelajari di sesi lalu disebut Transderivational Search.

  1. Eksplor SUBMODALITAS

Eksplorasi kata-kata yang sesuai dengan tipikal indrawi audience kita. Apakah subjek tipe Visual? Audio? Kinestetik? Olfactory? Atau Gustatory? Gunakan kata-kata sesuai hobinya, minatnya, disiplin ilmunya, karakternya. Kalo bentuknya MASS MEDIA, gunakan teknik SAPUJAGAT. Eksplor semua rasa yang menjadi properti manusia. Eksplor kata2 yang menyentuh 5 indranya. Gunakan kata, “Rasakan, bayangkan, imajinasikan, dengarkan”.

  1. IMAGERI

Eksplorasi kata yg membentuk citra utuh visual, audio, kinestetik, gustatori, dan olfactory (VAKOG). Biarkan kata, frase, kalimat, paragraf, membentuk utuh CITRA tertentu secara konsisten.

===

Ini puisi IMAGERI yang dibikin dosen saya, dosen Om Budiman Hakim, juga dosen Mas Rizky Nur Zamzamy (satu perguruan nih hahaha), yang bener2 membentuk imageri secara utuh. Bahkan imagerinya begitu terpola.

Bayangkan Mencintai dengan Sederhana, digambarkan seperti: KATA yang tak sempat diucapkan KAYU kepada API yang menjadikannya ABU. Terpola kan? Atau digambarkan seperti: ISYARAT yang tak sempat diucapkan AWAN kepada HUJAN yang menjadikannya TIADA.

Maksud saya utuh dan terpola, DIUCAPKAN KAYU KEPADA API… bukan tiba-tiba DIUCAPKAN KAYU KEPADA “TANAH” misalnya. Kalo diganti TANAH pasti jadi ancur tuh puisi.

Teknik 16, CONFUSING

Teknik kalimat yang membingungkan, mampu membuat critical factor Audience kita lelah, lalu memilih istirahat dan memasuki area trance. Jadi, struktur mental yang terjadi, Critical Factor disibukkan mengkritisi seluruh info yang banyak dan membingungkan, sehingga ketika ada tawaran “istirahat” sebentar, ia yang kelelahan memilih untuk istirahat. Dan pada saat keeper Critical Factor pasif istirahat, maka gawang pun jebol.

Confusing ini bukan cuma dalam bentuk kalimat ya, tapi bahkan visual. Saya pernah bikin beberapa seri iklan yang ACAK, membingungkan audience, dan mengajak berinteraksi audience untuk merapikannya. Di sela-sela itu, saya selipkan kalimat TAKE A BREAK, TAKE A KITKAT.

Ini salah satu contohnya. Kita kasih urutan gambar acak, dan kita minta audience untuk mengurutkannya jadi cerita.

Teknik terakhir. Saya bakal bikin bingung temen2 nih.😂😂😂

INDIRECT/EMBEDDED COMMAND

Indirect Suggestion/Embedded Command, adalah sebuah perintah tidak langsung, yang diselipkan atau dibenamkan dalam sebuah medium lain, sehingga, crirical factor tidak ngeuh atas perintah ini.

Saya punya 2 teknik soal ini.

  1. Teknik “My Friend, John”

Tapi sebelumnya, saya mau cerita dulu nih tentang sebuah kisah nyata saya ya, saat menggunakan teknik ini DI RUANG TERAPI saya. Hanya tolong, KISAH ini hanya boleh diBACA oleh temen2 yang sedang duduk dan tidak sedang di ruang public ya. Juga tidak sedang nyetir. DEAL teman-teman? Oke silakan disimak, sebelum saya hapus. BEGINI.

Saya punya teman, namanya ANDA.

Ia pembaca yang tekun dan seksama, persis kira-kira seperti Anda saat ini, yang seksama membaca huruf demi huruf  yang saya ketik.

Mas Iskandar, Mas Vietri, Mas Edi, Mba Puspa, Mba Vonny dan teman-teman lainnya, betul kan sedang membaca huruf-huruf yang saya ketik?

Nah, ia datang ke ruang saya, sekadar ingin menikmati, bagaimana rasanya RILEKS saat memasuki kondisi hypnosis. Berbeda dengan Anda, ia orangnya sulit dan malah memperolok saya. Kurang ajar banget deh, hahaha…

Akhirnya, saya minta dia DUDUK kalo mau RILEKS. Persis seperi saya minta Anda saat ini duduk dan rileks.

Saya bilang, “ANDA, coba fokuskan pikiran Anda ke kepala dan RILEKSkan kepala sejenak. Biarkan nyaman. LEMASkan.” Walau masih bingung, ia mengikuti saya.

Terus saya bilang lagi.

“Coba Anda rasakan, bayangkan, imajinasikan, rasa RILEKS menebar ke seluruh tubuh. RASAKAN tulang di LEHER Anda seperti luruh, begitu LEMAS.”

“Lalu rasa LEMAS MENGALIR ke arah tubuh Anda. Bayangkan rasakan, TULANG punggung, dada, dan tubuh Anda SEAKAN LURUH, sehingga tubuh Anda SEPERTI KAIN yang begitu LEMAS, begitu malas bergerak. Semakin LEMAS, semakin NYAMAN dalam DIAM.”

Ia sangat FOKUS, seperti Anda yang makin fokus mengikuti huruf demi huruf tulisan ini, mengikuti instruksi saya.

“SEKARANG Anda alirkan rasa rileks dan lemas ke tulang Paha… Betis… dan Telapak Kaki Anda…

Bayangkan, rasakan, tulang PAHA Anda seakan LURUH dan LEMAS. Merambat ke tulang BETIS yang semakin LEMAS, lalu rasakan bayangkan, sekarang TELAPAK KAKI Anda begitu SEMAKIN LEMAS. Dan sekarang lihat, rasakan, bayangkan, SAAT INI, seluruh tubuh Anda begitu NYAMAN dalam DIAM. Bagaikan badan tak bertulang.

LURUH,

LEMAS,

Semakin LURUH,

Semakin LEMAS

dan saking lemasnya,

ANDA saat ini kehilangan kemampuan untuk berdiri.

Anda begitu sulit berdiri.

Semakin LEMAS. Semakin MALAS. Semakin NYAMAN dalam DIAM. Dan semakin tak kuasa berdiri.”

Entah disadari atau tidak, anehnya, Ia, teman saya, SEPERTI ANDA, teman saya, SERTA MERTA LEMAS dan kehilangan kemampuan untuk berdiri. Sulit sekali berdiri.

Eh… kok…

Mohon check, saat ini Anda LEMAS dan kesulitan berdirikah?

Eh, serius sy Tanya, Ada temen2 yg merasa lemes saat baca tulisan ini?

P: Ga lemes, tapi tambah betah duduknya

N: Hahaha… Yg lain?

P: Gak lemes, tapi malas berdiri 😁

P: iya lemes, dan masih membayangkan teman² yg blm sy kenal

N: Skrng coba check berdiri. Bisa ya?

P: Bisa 🤣

P: Lemas, males berdiri, ngelumbruk kayak handuk basah

P: saya td curiga Kang, jadi saya skim bacanya… saya gpp

P: masih bisa tapi males 😊

P: Saya nggak lemes bacanya

N: Coba @emma holiza skrng udah bisa berdiri? Kalo susah Sy guide normalin dulu.

P: Agak malas berdiri, lemas nggak terlalu

P: Bisaaaaa.. wlpn berat

P: Berasa berat untuk bangun

N: Yg merasa berat bangun. Coba atur nafas, hitung 1-5, di hitungan lima, SEGAR BUGAR!😁. Kita lanjut ya.

Nah teman-teman, ini adalah teknik “MY FRIEND, JOHN”. Teknik ketika kita SEAKAN berkisah atau bercerita tentang atau pada orang lain, padahal sebenarnya kita sedang bercerita pada audience kita. Sy bicara tentang teori my friend John dan cerita tentang temen saya, pdhl sy sedang menghipnosis temen2.

Kita lanjut, sekalian sy Bicara pada subconscious yg baca di sini: teknik yang  sepert saya COba ContohkAn dalam teks saya tadi, telah diuji COba oleh mbah guru hypnosis dunia, milton hyLAnd erickson.

walopun kaum ericksonian hypnosis menyebut kelompok saya sebagai kaum extreme dan authoritarian hypnosis, tapi saya adalah pengagum berat milton erickson. saya sangat percaya, milton erickson sendiri tidak kenal apa itu ericksonian. dia adalah sosok yang sangat menguasai semua teknik hypnosis, baik teknik direct (yang dibilang authoritarian) maupun indirect (conversational yang sangat kompromis).

*aduh HAUS. MINUM dulu ah, hehehe….*

baiklah. kalo kita mengacu pada contoh di atas, COba ingat, teman-teman, dan lalu CAri pattern dari cerita mengenai teman saya itu. KOk saya sepertinya sedang bercerita tentang orang LAin ya, padahal sebenarnya saya sedang memberi pesan yang ditujukan pada temen-temen.

nah, bisa juga teman-teman modifikasi COba format lain. misalkan CAranya kita seperti sedang COndong ngomong sama orang LAin, padahal kita sedang ngomong sama orang yang kita tuju (audience kita).

teknik seperti ini, jelas, membuat lengah penjaga subCOnscious mind yang kita kenal dengan nama critiCAl factor kita. hasilnya, subCOnscious kita LAngsung mampu mersepons pesan yang disembunyikannya.

Teknik ke-2: Embedded Command.

Eh, sebelumnya saya mau TANYA, kalo ingat minuman seger, BRAND apa yang ada di kepala Teman-teman SAAT ini? Jawab sekarang langsung tanpa mikir ya? Ayo sy tunggu. Spontan.

P: Sprite ?

P: Fanta😊

P: Coca cola

P: La segar

N: Masih sy tunggu. Ada 19 orang di sini.😂

P: Teh kotak

P: Teh pucuk

P: Urang sunda mah biasa na cendol 😃🤭

N: Siapa yg udah baca teks ini?

P: kirain typo teks nya ga ngeuh

Gpp, karena tadi udah sy kasih bocoran, bahwa sy menulis sesuatu, sebenarnya sedang bermain dg mental temen2.

P: Sebenarnya pas baca udah mulai nyadar kayaknya kang asep ngarahin ke coca cola nih 😄

N: Yupppp betul. Teks ini adalah contoh paling PERMUKAAN dari “Embedded Command.” Upaya untuk menyembunyikan sesuatu dlm teks apapun.

Hukum pikiran: Semakin TERSEMBUNYI pesan kita dari pikiran kritis audience, SEMAKIN NANCEP pesan kita di bawah sadar audience. Contoh di atas, karena biar lebih mudah dipahami temen2, ketersembunyiannya terlalu terlihat. Apalagi sebelumnya temen2 udah sy kasih “peringatan”, bahwa saya sedang memengaruhi mental temen2. Efeknya, critical factor sebagian temen2 bangkit. Sehingga pesan yg sy sembunyikan TERBACA. Pesannya adalah brand COCA COLA

Yg penting, intinya adalah, SEMBUNYIKAN pesan, jgn sampai tertangkap rasionalitas audience kita. Biarkan pesan JELAS hanya ditangkap subconscious audience kita. Karena subconsciouslah yg menggerakkan audience tindakan kita.

Demikian temen2. Waktu sampai melar nih. Saya serahkan forum ke Om Budiman Hakin. Mohon maaf melewati batas waktu sharing.😊🙏

M: Kita langsung ke sesi tanya jawab ya…. OK pertanyaan pertama dari Biyan, Cilacap…. Selamat malam Om Bud. Pertanyaan saya : Kang Asep, kenapa kata “jangan/bukan” ngga dikenali otak ? Maaf sekalian nambah Om. Jd perintah “jangan berzina”, “jangan makan babi”, “jangan mencuri” & perintah2 yg diawali dg “jangan” itu kecenderungannya dilanggar ya Kang?

N: Karena Tuhan menciptakan kita sebagai mahluk positif. Itu sebabnya, Tuhan menberikan berbagai kata kunci untuk kita berpikir positif. Ke siapapun, termasuk pada diri kita sendiri. Khusnudzon, bukan suudzon.

Ini pernah jadi diskusi sy dg teman2 saya. Jawabannya adalah: Sesuatu diberikan utk yg berhasil mengetahui rahasianya. Kata “Jangan”, dijadikan “medium” seleksi, karena hanya bbrp orang yg menguasai rahasia hidup yg berhasil mencapainya. Itu sebabnya, meski ada Kalam “Jangan Berzina”, “Jangan Mencuri”, bahkan “Jangan Berdosa” lainnya, sebagia besar manusia justru melajukannya. Berzina, Mencuri, Berdosa. Dan ini, mekanisme seleksi, sebagai cara Tuhan untuk membagi 2, ada penghuni surga dan neraka. Wallahu alam bishowab.

M: Pertanyaan kedua dari Rarasati: Kang Asep, bagaimana memilih teknik hypnotic copywriting yang mana yang cocok/ampuh untuk saya pakai? Apakah ada semacam panduan, atau bagaimana? Nuhun

N: Semuanya cocok. Semakin bnyk teknik dlm satu teks, semakin efektif. Saya sendiri di setiap script menggunakan lebih dari 3 teknik.

M: Pertanyaan ketiga dari Emma. Malam om Bud, Tanya: apakah teknik – teknik yang sedang dijelaskan oleh kang Asep sejak sesi kmrn itu bisa diterapkan dalam pembuatan tulisan  selain copywriting, misal novel.  Apa keuntungan nya/ efek positif nya? Karena sy bkn copywriter 🙏🏼

N: Sangat sangat sangat 1 juta kali, bisa! Saya sedang menulis novel tentang konflik Sunda Galuh dan Majapahit, ihwal Bubat. Sy Hadirkan 1 panglima pasukan berani mati Galuh Sunda yg jagoan puisi. Setiap mau bertempur, dia baca puisi. Puisi ini sebenarnya mantra, yg saya susun dg teknik Hypnotic language pattern, utk memengaruhi pembaca. Agar kuat, agar semangat, agar sehat, dan berpikir positif. Semoga ilustrasi ini cukup menjawab pertanyaan @emma holiza.

M: Pertanyaan 4 dari Fairuz:  Aslm, Om. Ini pertanyaan saya buat Kang Asep: Apa beda tipe subjek Olfactory dan Gustatory?

M: Olfactory sangat kuat di penciuman hidung. Kalo kita ngomong ke tipe ini, perbanyak kata2: “Hiduplah…”, “Serap wewangian yg semerbak mengisi ruangan ini,” dll.

GUSTATORY sangat kuat di penceraoan lidah. Sama orang kayak gini, sentuh rasa lidahnya, dg banyak mengejsplorasi sesuatu yg bernuansa rasa di lidah. Misal: Kamu adalah orang hebat, karena kamu sudah tahu asam dan asinnya hidup. Kira2 seperti itu, Fairuz.😊

M: Pertanyaan 5 dari Mukhlis: Pertanyaan u/ sesi 12 : dengan hypno seperti ini sepertinya bisa sebagai “Obat Kuat dan Tahan Lama” juga ya kang? Terimakasih.

N: Pertanyaannya menjebak. Jawaban saya adalah apa yg ada di kepala penanya.😁

M: Dari Biyan lagi. Ini mencoba langsung memperaktekkan ajaran Kang Asep. gimana?

Begitu Pakai KLBF LANGSUNG TERDENGAR GACORNYA

Tadi captionnya ketinggalan…😂

N: Ini adalah embedded command. Dg naro gambar brand jadi pertanyaan saja udah bentuk “jualan”.😂 Tapi dg jawaban saya, peserta aware, Dan critical factornya bangkit. Jadi, jawaban saya adalah perisai bagi subconscious teman2.😂😂😂😂

M: Sepertinya itu pertanyaan terakhir. Dan sekarang udah jam 10.25, jadi sesi terakhir ini akan ditutup. Silakan closing statement dulu, Sep….

N: Terima kasih Om. Alhamdulillah temen-temen. 4 sesi Materi “The Power of Hypnotic Copywriting” akhirnya selesai sudah. Saya berharap, ini bisa menjadi amunisi buat kita semua. Buat temen-temen dan buat saya juga tentunya, untuk membuat karya yang memiliki efek signifikan.

Saya tentu amat berpesan, bila temen-temen nanti mengaplikasikannya, mohon diaplikasikan dengan “bijak”, seperti makna “bijak” yang ada dalam persepsi teman-teman. Insya Allah, manfaat baiknya kian tumbuh, bila kita landasi dengan spirit positif.

Saya mohon maaf bila selama menyampaikan materi ini banyak kekurangannya. Juga bila ada kata-kata yang kurang berkenan bagi teman-teman. Wassalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh.😊😊🙏

M: Wa’alaikum salam. Teman2, dengan demikian berakhirlah sudah 12 sesi kita. Mari kita beri tepuk tangan yg meriah untuk Suhu kita Asep Herna…. 👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *