Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 5)

Berikut adalah rangkuman Sesi 5, Rabu 26 Juni 2019, dari rangkaian kulwap menulis dengan Budiman Hakim dan moderator Asep Herna.

M: Selamat malam teman-teman. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waduh! Ampir saja saya terlambat. Maklum jalanan tadi macet banget. Baiklah teman-teman hari ini kita akan memasuki sesi 5. Sesi lima, kan? Iya sesi 5. Hehehehe…..

N: Alhamdulillah, malem ini kita memasuki sharing ke-5. Malam ni saya akan membawakan materi dengan topik: “Menulis tanpa Ide”.

Kalo mengamati sesi kemarin malam, saya bisa menyimpulkan bahwa temen2 senengnya kalo sharing ini ada latihannya, ya? Karena itu, khusus malam ini, saya akan mengurangi waktu sharing supaya latihannya jadi agak panjang. Malam ini judul besarnya adalah ‘MENULIS TANPA IDE” tapi terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama berjudul :

Sebelumnya saya memperlihatkan sebuah alphabet.

Silakan dipelototi dulu kalo mau Ada berapa huruf dalam abjad kita? Yak, betul! Ada 26. Ini saya tuliskan ya, barangkali ada yang masih ragu-ragu dan mau ngitung untuk memastikannya, silakan. Hehehe… a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z.

Sekarang, pandanglah ke 26 huruf di atas baik-baik. Amatilah satu persatu dari A sampai Z. Makna apa yang kita temukan? GAK ADA! Apa yang kita rasakan? Kita gak merasakan apa-apa. Mereka cuma sekumpulan huruf yang berbaris tanpa makna. Kita tidak tertarik dan di saat yang sama, kita juga tidak terganggu pada sederetan huruf tersebut. Semua terasa datar-datar saja.

SEKUMPULAN HURUF TANPA MAKNA ITU SAMA SEKALI TIDAK MEMBERIKAN EFEK APAPUN PADA KITA.

Sekarang dari abjad tersebut, coba ambil beberapa huruf kemudian susun. Gak usah banyak-banyak, cukup 3 huruf. Anggap aja kita sedang main scrabble. Hehehehe…. Misalkan kita ambil huruf: S, E dan X maka kita bisa membentuk sebuah kata: SEX! Lalu apa yang terjadi?

Tiba-tiba susunan ketiga huruf tersebut mempunyai makna! Padahal cuma 3 huruf, loh. Padahal 26 huruf di atas tidak punya makna sama sekali. Hebatnya lagi, makna yang diterima oleh pembaca terhadap kata itu bisa berbeda-beda efeknya. Apa yang muncul di kepala tiap orang belum tentu sama. Ada yang menganggap kata ‘SEX’ tersebut sebagai makna jenis kelamin. Ada yang mengartikannya lebih spesifik pada organ vital. Yang imajinasinya tinggi langsung muncul di benaknya visual sepasang cowok dan cewek sedang melakukan persetubuhan. Ah…uh…ah…uh…! Hayo ngaku!!! Hehehehe…. Atau bisa jadi ada ibu-ibu peserta di sini yang langsung gerah, “Apa-apaan sih Om Bud kok ngomongin sex segala? geleuh, ah!!!” Kok bisa gitu, ya?

Kita tadi sudah sepakat bahwa ke 26 huruf dalam abjad tersebut gak ada maknanya. Tapi ketika kita susun beberapa huruf saja, kok bisa mempunyai makna dengan efek tertentu? Maknanya pun sangat luas. Padahal mereka tetap saja cuma huruf. Cuma 3 biji dari 26 huruf. Jadi bisa disimpulkan, semua huruf-huruf yang tidak berarti di atas, jika kita MENYUSUNNYA dengan baik maka akan memiliki MAKNA.

Itu baru satu kata. Bagaimana kalau kita susun dalam bentuk kalimat lalu kita bubuhkan tanda baca. Tau gak apa yang terjadi? Huruf-huruf tersebut bukan cuma punya makna tapi juga bisa menjelma menjadi kalimat yang sangat powerful.

Dan kalimat tersebut bisa menciptakan EMOSI. Emosi bisa menciptakan ENERJI. Dan enerji bisa menjadi menjadi POWER. Luar biasa sekali, kan?

Maaf barusan mati lampu……

Contoh 1:

“Orang yang paling pantas masuk neraka adalah AHOK. Karena dia adalah penista agama.” (Maaf, saya sengaja kasih contoh yang ekstrim sekedar untuk memudahkan pengertian).

Coba kalian tulis kalimat di atas di status FB. Ada yang berani? Hehehe…

Kalo kalian tarok sbg status FB, saya jamin kalian akan dibully habis-habisan oleh pecinta Ahok alias AHOKER. Kenapa? Karena para Ahoker akan tersentuh emosinya dan siap melampiaskan emosinya dengan membully penulisnya. Padahal SEKALI LAGI, itu cuma susunan huruf doang.

Contoh 2:

“Anies itu udah gak becus jadi gubernur, kok malah mau nyapres? Di mana otaknya?”

(Sekali lagi maaf, saya sengaja kasih contoh yang ekstrim sekadar untuk memudahkan pengertian).

Nah, kalo bikin status seperti ini, maka kalian akan dituduh anti islam, munafik dan kafir.

Kali ini pendukung Anies yang akan murka. Mereka langsung emosi dan bisa-bisa mempersekusi penulisnya. Mereka emosi, SEKALI LAGI, hanya karena sekumpulan huruf-huruf yang kita susun. Padahal itu tetap saja cuma huruf. Kenapa bisa sepowerful itu?

Luar biasa banget, kan? Kita bisa mempermainkan emosi orang lain hanya dengan menyusun huruf-huruf dalam abjad.

KESIMPULAN: Jangan pernah meremehkan kekuatan huruf. Beberapa huruf, jika sudah tersusun, mampu menjelma menjadi sebuah kalimat yang berenerji besar. Kedua contoh kalimat yang saya tulis di atas telah membuktikannya.

Sayangnya, kedua contoh tersebut bermuatan enerji negatif. Kenapa saya kasih contoh yang negatif? Karena kalimat-kalimat negatif seperti itulah yang paling sering kita temukan di social media. Sad but true! Sudah bukan rahasia lagi bahwa social media adalah cara efektif untuk menciptakan opini.

Di dunia politik, penggalangan opini adalah cara ampuh untuk menjatuhkan lawan. Bukan cuma pertikaian politik dalam sebuah sebuah negara, dalam pertempuran antar negara pun, social media sudah menjelma menjadi senjata yang mengerikan. Senjata apakah itu?

Bukan social medianya, social media hanya sekedar media tapi senjata yang mengerikan itu adalah KATA-KATA! Kita tahu perang yang terjadi di Suriah, social media mengambil peranan penting dalam memecah belah umat. Jadi, berhati-hatilah dalam menyusun huruf. Berhati-hatilah dalam merangkai kata. Susunan kata-kata, di social media, bisa lebih berbahaya daripada dentuman sebuah bom nuklir.

Tapi, Alhamdulillah,Tuhan itu maha adil. Kita tahu di dunia ini ada yang namanya hukum keseimbangan. Kalo ada enerji NEGATIF pasti ada enerji POSITIF.

Okay. Sekarang kita sudah menyadari bahwa sekelompok huruf yang tersusun bisa begitu powerful. Pertanyaan berikutnya nya adalah kenapa kita tidak menyusun huruf-huruf dalam abjad tersebut menjadi kalimat yang bermuatan enerji positif.

Misalnya kita menulis di status FB :

  1. Merindukan Anies dan Ahok bahu-membahu membangun Jakarta. Pasti keren, deh. Yang satu menata kota, yang lain menata kata.

Atau misalnya lagi…

  1. Pelukan antara Prabowo dan Jokowi adalah pertanda bahwa jika keduanya bersatu maka Indonesia akan maju pesat mengalahkan Jepang, Korea, China atau siapa pun di dunia.

Positif sekali kan?

Mungkin kalimat yang saya susun belum maksimal tapi intinya adalah bagaimana kita menyusun huruf-huruf dari alphabet menjadi kalimat yang POSITIF. Positif itu maksudnya seperti apa, sih?

Kalimat yang positif adalah kalimat yang tidak memprovokasi. Kalimat positif adalah kalimat yang membuat orang senang bahkan merasa terpicu untuk share di social medianya. Bayangkan jika yang share jumlahnya banyak maka virus kebaikan akan menjalar ke seluruh negeri lalu melibas serangan virus buruk dari postingan fitnah dan hoax.

Sejak kecil kita diajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia. Masya Allah, Tuhan sayang sekali sama kita, Dia bahkan menempatkan harkat manusia lebih mulia dari malaikat sekalipun. Apakah kalian mempercayai hal itu?

Kalau kita percaya bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia….mari kita membuktikannya dalam sikap hidup kita sehari-hari. Dimulai dari yang kecil, dengan memposting kalimat positif.

Gak usah nyuruh-nyuruh orang melakukannya, semua kebaikan harus dimulai dari diri sendiri. Orang, biasanya, tidak suka dinasihati. Mereka lebih seneng kalo dikasih contoh.

Yuk kita mulai menulis hal-hal yang positif! Kita bisa menulis di status FB, di Twitter, di blog, di IG, di mana pun apapun social media yang kita gunakan, tulislah hanya kalimat-kalimat yang positif.

Nah, masalahnya adalah, kita mau menulis apa? Itu kan yang sering kita alami. Niat menulis mah gede banget tapi otak sering banget terasa mandeg. Maka di sinilah saatnya kita masuk ke segmen inti dari sharing malam ini. Jreng…JRENG!!!!

Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong,”Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya.”

Ada lagi yang kalimat yang mengatakan,”Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu.”

Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat motivasi dengan format kalimat seperti di atas sehingga saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian?

PLAK! (Aduh nyamuk banyak banget nih). 😃

Karena sepanjang pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide. Dan setelah saya coba tuliskan rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan formulasi kalimat-kalimat motivasi di atas. Bunyinya begini,

“JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU.”

Persis sama kan formulasi kalimat-kalimat di atas? Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belom ada ide?

Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, ‘Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.’ Nah, itu keliru. Sekali lagi saya katakan: Ide itu gak boleh ditunggu. Ide itu harus DIPANCING. Persoalannya, cara mancingnya gimana?

Okay saya kasih tau rahasianya. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya? Buat kita-kita aja di group ini, nih. Hehehehe…. Caranya begini: Tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera. Lalu gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa yang dirasakan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan menjadi pemicu supaya ide datang. Agak sulit dipahami kalo gak dikasih contohnya, ya….

Sebelum saya kasih contoh, saya mau mengatakan sesuatu. Moderator kita, Asep Herna, itu bukan anak buah saya. Asep itu adalah partner saya. Jadi di sini gak ada yang boss dan gak ada yang anak buah. Sebagai partner, kami berdua sering melakukan eksperimen bagaimana mencari metode menulis yang memudahkan kita semua. Sebelum membagikan pada para peserta workshp, Asep dan saya selalu mempraktekkannya lebih dulu secara internal. Kalau ternyata metode tersebut bermanfaat dan betul EFEKTIF barulah kami berani membagikannya pada para peserta. Nah, metode menulis tanpa ide, sudah saya praktekin bersama Kang Asep. Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya.

Moderator kita, Kang Asep Herna, suatu hari memperaktekkan metode ini. Asep saat itu sedang berada di kamarnya, berniat hendak menulis sesuatu. Tapi sayangnya Kang Asep idenya lagi mandeg. Kang Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Sang moderator kita yang tampan itu memandang ke sekeliling kamar lalu menuliskan benda-benda yang ada di sekitarnya. Benda-benda tersebut adalah :

  1. PRINTER
  2. KERTAS
  3. DINDING
  4. AC
  5. JAM
  6. LAPTOP

Setelah itu, Asep mulai mengetik, menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda tadi. Dan beginilah hasilnya : “PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong  yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjamjam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri. ”

Coba dibaca dulu tulisan Kang Asep di atas. Coba perhatikan. Asep yang mengaku belum punya ide untuk menulis tapi telah memiliki sebuah tulisan yang sangat bagus. Luar biasa, kan?

Satu hal yang perlu dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan indera penglihatan. Baru dari mata doang. Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya. Padahal kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera berpotensi untuk membuat tulisan memancing ide.

Misalnya kentongan satpam komplek yang sedang memukul tiang listrik, bau Indomie yang sedang dimasak oleh teman kos-kosan kita, rasa kopi yang ternyata sudah kadaluwarsa, rasa jijik ketika seekor kecoak berjalan di atas kaki kita dan masih banyak lagi.

Apa yang dilakukan Asep Herna di atas tentunya dapat dilakukan oleh kita semua. Jadi biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang. Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.

Okay, sekarang kita latihan menulis tanpa ide, ya?

Jadi selain pertanyaan, kalian juga boleh memperaktekkan metode tersebut lalu hasilnya bisa dikirim ke Asep untuk dibahas di sini. Jangan jadi beban. Susun aja semua benda itu sehingga menjadi kesatuan dan lakukan tanpa berpikir. Kalo dipikirin makin susah jadinya

Saya kira cukup sekian sharing ini. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga Tuhan makin sayang sama kita. Aamiin. Okay mike saya kembalikan ke moderator. Silakan, Sep…

M: Baik Om Bud.

Sementara sambil nulis latihan, barangkali ada yang mau nanya juga silakan. Tulis pertanyaan lewat saya di 0816909xxx. Nanti langsung Om Bud jawab.

Silakan pandang benda2 disekitar kalian lalu jadikan tulisan seperti di atas ya….

Atau yang mau ngasih hasil tulisannya juga silakan. Formatnya: 1. Tulis benda-benda yang terlihat di sekita apa saja; 2. Hasil gabungannya seperti apa.

M: Om, ada pertanyaan dari @Fauzan. Pertanyaan untuk Om Bud. Perlukah kita memasang judul yang bersifat click bait pada tulisan kita? Kalau perlu, click bait yang seperti apa yang bagus untuk digunakan?

N: Terserah. Suka-suka aja. Kalo nulis itu harus nyaman tanpa ada rambu2 yg memenjarakan kita….

Blom ada tugas yg masuk, Sep?

M: Ini karya @Donna nasution:

Novel

Mug

Kopi

Kursi

Menikmati malam dengan udara dingin menusuk, tak ada yang paling nikmat selain menyeruput KOPI hitam tanpa gula di MUG kesayangan sambil duduk di KURSI yang menghadap jendela sambil membaca NOVEL.

Nikmat yang tak dapat di tukar dengan apapun juga.

N: Nah, ini keren! Coba buat Donna, ambil bendanya minimal 6 buah. Setiap benda adalah pijakan imajinasi kita shg kita jadi punya bahan yg cukup banyak dalam menulis. Thanks.

M: Karya @Nathan Bravian:

– Kasur

– Kipas

– Bunyi hewan malam

– Notes

Malam ini di atas kasur, ku  berbaring melamun mendengarkan nyanyian jangkrik sambil merencanakan apa yang harus kulakukan besok dengan kepala dingin.

N: Kok cuma kasur yg masuk? Kipas, notes dan bunyi hewan malamnya mana?

Tolong ambil bendanya minimal 6. Biar kita banyak bahan…..

M: Karya @luqmanbaehaqi:

  1. TV
  2. cermin
  3. Jam dinding
  4. Tembok bata
  5. Lemari merah.
  6. Meja putih

Sebenarnya hadirnya TV di tengah2 kita bisa kita jadikan sebagai CERMIN.

Kita adalah apa yang kita tonton. Jika kita menonton hal baik maka seiring berjalannya waktu dan detik di JAM DINDING kita bisa menjadi orang baik juga.

Kadang kita suka melihat  TEMBOK BATA dicoret dengan umpatan mungkin orang yang corat coret selama ini sering mendengarkan hal yang gak jauh dari itu.

Eh tapi tunggu. Walau bagaimanapun kita tidak berhak memvonis karakter orang cuma dari tontonannya, sih. Karena apa yang kita lihat dari luar  bisa berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya. Seperti LEMARI MERAH belum tentu semua yang di dalamnya berwarna merah juga kan?

Yang paling penting kita bisa menampilkan yang terbaik. Percuma kalau kita baik tapi yang kit lakukan sesuatu yang buruk. Percuma MEJA PUTIH yang terlihat suci tapi menyajikan makanan beracun yang membuat orang jijik melihatnya.

Itu bendanya.😊

N: Ini contoh yang bagus banget karya Luqman. Mohon diperhatikan baik-baik buat yg lain. Semua benda disebut tapi caranya halus tanpa ada kesan maksa. Keren, Luq!

M: Dari @Dede Rismeliasari:

  1. Gelas bekas susu coklat
  2. Ransel hitam.
  3. Botol parfum

Hasil :

Ransel hitam yg biasa setia menemani di kala ke kantor. Efektif memuat berbagai barang. Mulai dari pulpen, hp, laptop sampai handuk kecil untuk ngelap keringet/air wudhu.

Malam ini harus lembur. Sampai rumah sudah disediakan seteko susu coklat panas dan sudah kuminum segelas. Bekasnya masih disimpan di meja rias kamar. Di samping sebotol parfum kesayangan.

N: Nah ini lumayan. Coba cari bendanya minimal 6 buah. Supaya gak keabisan ide.

Dan tolong jangan cuma menggabungkan saja. Gunakan imajinasi kalian untuk bercerita….

M: Karya @Joey:

Puff pastry

Oven

Kulkas

Sayur

Ayam

Daging ayam

Jam menunjukkan pukul 4 sore lebih, padahal jam 6 sore makanan harus tersaji disantap crew. Puff pastry yang beku sengaja dibiarkan diatas meja tidak mengeras seperti didalam kulkas. Twingk memanaskan oven dan memotong sayuran serta daging ayam. Sejenak berpikir wah enak juga kalo sore ini makannya curry puff.

N: Ih keren banget Joey! Coba benda2 yg dipilih dibuat kapital dalam cerita. Supaya yang lain tau bagaimana memanfaatkan benda tersebut dalam tulisan.

M: Karya @Agung Sugiharto:

Dinding

Hp

Lampu

Rak Buku

Charger

Dinding kamar yang lembab tersinari oleh cahaya lampu putih menambah suasana hening di dalam kamar. Menuliskan cerita di salah satu HP sambil memandang rak buku yang menempel di dinding, sementara hp satunya tergeletak di atas lemari baju sedang dicharger.

N: OK. Coba dikasih kapital benda-bendanya yg di dalam cerita ya. Kalo bisa pilih minimal 6 benda.

M: Dari @+62 878-7855-xxxx

Kamar, dinding, kasur, hp, jaket, suami

Malam ini seperti biasanya, pulang kantor, tiduran di KASUR, main HP sambil ditemani SUAMI. Ingin banget buat nonton film, tapi mager. Akhirnya, cuma bisa mandang ke arah JAKET yg digantung di DINDING

N: OK, semua benda sudah terhubung tapi coba tambahkan imajinasi yang lain supaya ceritanya lebih menyentuh. Dan pilih bendanya minimal 6.

M: Dari @Lidya

Selimut

Bantal

Boneka

Lampu

Tirai

Jendela

Diatas BANTAL, kubaringkan kepalaku dan mencoba memejamkan mata. Merasakan hangatnya dibawah SELIMUT, seakan akan kau memelukku erat. Ditemani oleh 2 BONEKA, yang tanpa lelah memandangku. Walau mataku tidak terlalu melihat gelap karena adanya LAMPU yang cukup terang. Aku selalu merindukanmu, dibalik JENDELA yang tertutup TIRAI

N: Masya Allah. Ini keren sekali Lidya. Cara kamu memasukkan personifikasi membuat tulisan kamu jadi ada dimensi. Kerinduan yg kamu hadirkan, juga membuat tulisan ini ada emosinya. Congratz!

Ada lagi yg mau ngasih karyanya?

M: Dari @Shwa:

  1. Laptop
  2. Selimut
  3. Kabel
  4. Botol minum
  5. Kacamata
  6. Kasur

HASIL TULISAN:

Buram. Semuanya buram. Keburaman yang membuatku takut. Aku sembunyi dibalik SELIMUT, berusaha menelaah hal yang sudah terjadi. Kenapa semuanya buram? Bukankah aku baru saja tidur siang? Harusnya aku bangun dengan siaga kan?

Keburaman tak mau meninggalkanku. Yang lebih parah, aku sendirian di rumah. Kucoba untuk memberanikan diri. Hmm… Mungkin aku bisa menelepon seseorang? Ya, ya, itu pikiran bagus.

Tapi mana ponselku? Tidak ada. Kuputar lagi otak. Oh, kendati buram, aku masih bisa melihat LAPTOPku. Kuraih benda itu, kubuka, dan… Aku diam.

Astaga, aku tak bisa melihat papan ketiknya! Bagaimana ini? Ck, kurasa aku harus tenang.

Aku menyingkap selimut dan turun dari KASUR. Tangaku terjulur, berusaha meraba-raba benda di sekelilingku. Kukira itu sudah cukup baik, tapi amboy! Malang benar diriku ini! Bukannya selamat, aku justu tersandung KABEL!

Sembari mengaduh, aku pun bangkit berdiri. Tanganku meraba-raba lagi, dan kali ini ia menangkap sesuatu yang panjang dan dingin. Apa pula ini?

Duh, ini hanyalah BOTOL MINUM! Aku tertawa histeris. Kenapa sih, aku penakut sekali? Kubuka tutupnya, kutenggak beberapa tetesnya.

Dan baru saja hendak menaruh botol, tahu-tahu aku membeku. Apalagi ini? Kenapa setelah aku menaruh botol, botolnya tidak seimbang? Apa mejaku  rusak?

Kucoba mencari penyebabnya dan… itu karena KACAMATAku! Aku tertawa lagi. Ternyata selain penakut, aku juga teledor! Pantas saja semuanya buram. Aku kan baru saja tidur siang, pasti kacamataku dilepas! HAHAHAHA!

N: OK, kita layani sampe jam 10.30. Komen lo juga diharapkan loh, Sep

Wah bisa menulis panjang padahal belom punya ide ya. Dan saya suka karena cerita kamu terbagi 3 bagian. 1 Buram. 2. Apa yang terjadi karena keburaman itu. 3, Solusi. Ternyata kacamata kamu gak dipake. Itu sebabnya menjadi buram Keren2.

M: Dari @annisaqla

Tang

Obeng

Mur

Baut

Palu

Paku

Anak anak belum pada tidur nih, padahal malam semakin dingin. Tiba tiba pandangan bapak tertuju pada pintu dapur yang baru terpasang, eh ndilalah bawah nya nimasih ada cela, yah kira kira seukuran tikus bisa masuk lah ya 😂. Waduh, bahaya ini. Langsung saja bapak ngeluarin kotak ajaib nya yang berisi peralatan pertukangan. Heboh banget suaranya, tok tok bunyi palu memukul paku, tak ketinggalan mur dan baut juga ikut terpasang, obeng dan tang juga berpartisipasi tak kalah seru 😂. Hmmm, beruntung kami gak tinggal di komplek perumahan yang padat. Bisa bisa kami langsung di demo warga karena malam malam gini bikin gaduh aja. Hehehe

Taraaa, akhirnya pekerjaan pun selesai

N: Ceritanya menarik. Tapi sebisa mungkin jangan pilih benda dalam satu kategori nanti kamu kekurangan bahan. Pilih minimal 6 benda yang tidak terlalu berhubungan.

M: Dari @Fauzan

Benda sekitar:

  1. Kasur
  2. Kursi
  3. Tv
  4. Karpet
  5. Selimut
  6. Lemari pakaian
  7. Pintu

Kombinasi nya:

Biasanya, sebelum tidur saya suka nonton TV sambil tiduran di KASUR. Kamar saya tuh penuh. Kalo kamu buka PINTU kamar saya, kamu akan lihat ada KURSI, SELIMUT, LEMARI PAKAIAN, dan di samping KASUR ada KARPET

N: Nah kalo ini sepertinya males mikir. 🤣🤣🤣. Coba bendanya dibuat beraksi. Gunakan personifikasi, metafora atau gaya bahasa lainnya. Jadi jangan tergantung pada deskripsi. Buat ceritanya (narasi).

M: Dar @Yeni Susanti

Jam dinding

Gambar di dinding

Kipas angin

Jendela

Parfum

Handphone

Menantimu di kamar ini serasa membunuhku. Detak JAM DINDING itu seolah melambat, GAMBAR DI DINDING seolah menatap lekat. Kucoba menghidupkan KIPAS ANGIN kesayanganmu, tapi itu tak mengurangi jengahku. Apa lagi yang harus aku lakukan ? Kau tetap tak kunjung datang.

Angin mulai berhembus dari celah JENDELA, menyentuh rak PARFUMmu di sudut sana. Ah wanginya… Semakin membuatku tak sabar menanti kapan kau datang.

Aku mulai tak sabar. Kamar ini masih terasa kelam, kau belum juga datang. Kuraih HANDPHONE dan mencoba mencari kabar, kapan kau kan datang.

N: Wah….keren nih. Setiap benda dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan kegitan Sang Tokoh. Luar biasa!!!! 👍👍👍👍

M: Dari @Fairuz N. Izzah

Oya, ini tugas saya buat dikasih ke Ombud:

AC

HP

Kacamata

Tempat tidur

Laptop

Tablet

Aku suka browsing, apalagi di kamarku ketika merasakan hawa dingin AC. Mataku sama sekali tidak merasakan sakit ketika browsing di HP walaupun aku memakai KACAMATA. Namun aku juga browsing di LAPTOP atau TABLET karena layarnya lebih luar. Aku bisa browsing dimana saja, tapi aku suka browsing di TEMPAT TIDURku yang empuk dan nyaman.

N: Keren Fairus. Akan lebih keren lagi kalo kamu bisa menyelipkan cerita ke dalamnya supaya pembaca lebih terggugah emosinya…

M: Dari @Munaaaa

Latihan kang…

RUMAH KOSONG

MOBIL

JALAN RAYA

LAMPU JALAN

POHON RINDANG

Malam mulai terasa dingin. Hembusan angin kian kencang disertai gemuruh menjelang hujan dari atas langit. Sebuah MOBIL putih yang terparkir di depan RUMAH KOSONG, besar, kusam karna sudah lama ditinggal penghuninga, sedari tadi menunggu kedatangan sang pemilik. Lampu sein, depan belakang mobil itu terus berkedip,

menambah efek angker dari rumah kosong dan POHON RINDANG yanh posisinya tepat dibelakang mobil putih.

Meski ada LAMPU JALAN yang berdiri tak jauh dari mobil putih, tetapi pendar sinarnya tetap tak mampu mengurangi keangkeran rumah besar yang berdiri tepat di pinggir JALAN RAYA.

N: Bagus. Sebenernya bisa lebih bagus kalo kamu memaparkan ketakutan kamu atas rumah yang seram itu. Gunakan cakapan dalaman, ‘Hiiii….Ya Allah, lindungi aku dari godaan setan yang terkutuk’. Misalnya gitu. Insya Allah akan lebih berasa emosinya.

M: Dari @Abdussalam

Laptop

HP

AC

Faris (nama Anak)

Mobil-mobilan

Mencari ide-ide kreatif dengan Laptop adalah sebuah rutinitas yg di malam hari

kebetulan malam ini sambil mencari ide menyimak materi yg di sampaikan oleh om bud di grup Whatsapp tentang bagaimana menulis tanpa ide.

Jadi, baca chat grup melalui HP di tangan dan laptop dalam kondisi hidup melihat iklan-iklan kreatif.

Biar bisa mendapatkan ide seBUAS pematerinya maka harus dalam keadaan yg nyaman dan pilihannya adalah menghidupkan AC agar ide-ide kreatifnya tidak menguap.

Klo dulu, kehadiran Faris (anak paling kecil) adalah moment yg paling merusak dalam mendapatkan ide tapi sejak belajar bareng om bud, justru kehadiran Faris bisa mengilhami banyak ide.

Hebatnya lagi saat ini, Suara gaduh ban mobil-mobilan yg digunakan Faris mainan, bisa menjadi merdu melebihi suara wik wik wik di malam hari (suara burung uncuing).

N: Nice!  Mungkin kamu bisa menuliskan kegiatan Faris. Dan dari semua kegiatannya itu benda-benda tersebut terlipkan dengan mulus.

M: Dari @Blend

Bantal

Handphone

TV

Meja

AC

Kulkas

Dia menangis disamping ku air mata nya membasahi BANTAL dan lenganku , sementara mata ku tertuju ke HANDPHONE ku yg terus menyala karena chat group The Writer yg tak pernah berhenti, aku terdiam gelap seperti TV di atas MEJA di depan ku dia mati tak bernyala, tapi pikiran ku berkecamuk seperti nyamuk yang terus ku tepuk, entah mengapa Hati ku Dingin dan membeku seakan berlomba dengan AC dan KULKAS dikamar ini yg sedang bekerja dengan Dingin nya , Hati ku dan Kamar ini  sama dengan Malam ini  .. Dingin

N: Awal cerita sudah mengundang rasa ingin tau pembaca. Tapi akhirnya pembaca tetep gak dikasih tau siapa yang menangis dan air matanya membasahi bantal. Fokuslah pada ceritanya. Bukan pada benda-bendanya. Benda itu kan cuma alat bantu.

M: Dari @emma holiza

Sendal jepit

Galon

Kucing gendut

Remote

Obat kurus

Mug

Sudahlah Emma, berhenti memandang aku seperti itu. Toh aku juga kucing gendut yang perlu minum obat kurus ini, andai aku manusia. Cepaaat  letakan remote itu, pemalas! Ambil mug  dan tuang air dari galon, telan dua butir pil saja jangan lebih, I don’t wanna loose you. Hahaaa..

Oups!! Jangan lempar aku dengan sendal jepit baumu!! Meeeeooowww..!!

N: Ini seharusnya keren. Coba gunakan kalimat langsung supaya emosinya dapet. “Sudahlah Emma….bla…bla…bla…”

P: 

Tempat sampah biru

T-shirt hitam

Tumpukan kardus

Selimut handuk

Bola karet

Celengan koin

Susana ruangan mencekam, T-SHIRT hitamku yang baru kulepas teronggok disudut ruang, setengah menutupi BOLA KARET mainan Millo. Satu-satunya kenangan yang tersisa dari Anjing kesayanganku.

Kusambar ikat rambut dari atas TUMPUKAN KARDUS bekas yang entah kenapa teramat malas untuk kubuang.

Lalu aku melangkah kedepan cermin untuk mematut rambutku yang terasa berat.

Hatiku sangat galau, terganggu oleh suasana remang di ruangan yang tak beraturan.

Beranjak dari depan cermin. Melangkah menuju kamar kecil, kakiku tersandung CELENGAN KOIN dan menimbulkan bunyi yang tidak nyaman ditelinga. Tapi aku tak peduli, tak ingin juga meraih benda tersebut untuk ditempatkan diatas meja.

Namun kakiku masih oleng sehingga TEMPAT SAMPAH BIRU menjadi korban ke-dua, tersungkur menumpahkan isinya.

Kesal karena merasa hari ini semua serba salah dan ingin segera terlena dibalik SELIMUT HANDUK, satu-satunya benda yang selalu membuatku nyaman di muka bumi ini. Aku hanya ingin lelap.

N: Lah ini kok nyerobot aja? Kesian dong moderatornya dicuekin????

Ceritanya bagus. Penuturannya keren. Kalo dipaksa supaya ngeritik paling cuma penggunaan kata di dan ke yg mana harus dipisah dan mana yang harus disambung.

M: Om, sudah pukul 22.30. sepertinya sesi mesti berakhir. Masih ada 19 karya yg datang belakangan.

Sebelum ditutup, silakan barangkali ada pesan penutup Om.

N: OK teman-teman. Maaf ya gak bisa periksa semuanya. Soalnya saya juga harus ngerjain materi presentasi kerjaan kantor buat jam 9 besok pagi.

Tapi intinya semua udah bagus. Yang kurang adalah kalian terlalu terperangkap sama bendanya. Sepertinya banyak yang berusaha nyambungin satu benda ke benda yang lainnya.

Coba dibikin cerita. Gak perlu panjang2. Saya kasih contoh ya:

Misalnya saya pilih 6 benda sbb:

Sepatu tua

Kasur

kulkas

Pintu

handuk

Pancuran

Nah kita bisa menghidupkan benda tersebut seakan-akan manusia. Beberapa orang tadi sudah menggunakannya dengan gaya bahasa personifikasi.

Tapi sebenrnya kita bisa bikin lebih dari itu. Kita bisa bikin konflik yang lebih dramatis. Misalnya:

Bentar agak lama karena saya ketik dulu ya…

Brak! PINTU kost kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih seharian bermain tenis bersama teman-teman kantor.

“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara.

Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar di samping KULKAS.

“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.

“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”

Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?

Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCUR…

Begitu kira2 teman-teman. Saya akhiri dulu materi malam ini ya. Maafkeun kalo ada kata-kata yang tidak berkenan. Wabillahi taufiq walhidayah, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

M: Waalaikum salam wrb. Keren banget ceritanya Om.

Tengkyu, Om Budiman Hakim. Terima kasih juga teman-teman semua. Asik banget malam ini ya. Semoga penuh manfaat. Aaamiiin.

Baiklah… Sesi Sharing saya tutup, dan ruang chat saya kembalikan ke forum bebas untuk teman-teman posting hal yang relevan.

Wabillahi taufiq walhidayah, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayo kita beri applause dan ucapan terima kasih yg meriah untuk Om Budiman Hakim ya. 😊🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *