Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 4)

Sesi keempat dari serial kulwap menulis bersama Budiman Hakim berlangsung hari Selasa, 25 Juni 2019 mulai pukul 20.00, dengan moderator Kang Asep Herna. Tema sesi ini adalah tentang Makna Ganda. Rangkumannya bisa disimak di bawah ini.

Teman2 sekalian. Alhamdulillah kita ketemu lagi di sesi 4, ya. Semoga kalian semua baik-baik aja, semoga semuanya sehat-sehat ya dan semoga creative attitudenya makin berkembang. Amin33X.

Untuk menghemat waktu, saya langsung ke pokok persoalan ya?

Sebelumnya saya minta maaf karena saya gak mungkin memeriksa semua cerpenting yang kalian bikin. Pertama cerpenting yang diposting dan japri jumlahnya banyak banget dan panjang-panjang. Totalnya ada 112 cerpenting. Ada yg dikirim ke IG, Blog, FB dan Japri. Ada yang kirim cerpenting sampe 4 biji. Hehehehe…. Sementara saya juga harus bekerja di kantor dan sekarang ini lagi pontang panting karena kerjaan lagi banyak banget.

Itu sebabnya saya meminta kalian posting di social media. Reaksi netizen sebetulnya adalah parameter yang bagus untuk menilai apakah tulisan kita disukai atau tidak.

Saya seneng banget tadi ada yang posting bilang gini, “Jadi kecanduan nih mau bikin cerpenting terus.” Itu berarti creative attitudenya udah mulai terbangun. Teruslah menulis karena yang saya ajarkan memang creative attitudenya. Soal end resultnya itu nomor dua. Karena kalo kita menulis secara terus menerus pastinya kemampuan kita akan terasah dengan baik.

Sama kayak saya nyuruh anak saya belajar. Saya melakukan itu bukan supaya anak saya pinter. BUKAN! Tapi saya berusaha menjadikan belajar menjadi kebiasaan dan akhirnya menjdi ritual seperti sholat, seperti makan dll. Artinya menjadi kebutuhan kita. Kalo gak nulis satu hari aja, rasanya kok gak enak. Rasanya ada yang kurang. Itu yang mau saya kejar. Bukan hasil tulisannya. Hehehehe…. maaf typo.

OK semoga bisa dipahami ya….

Teman2 sekalian, masih ada beberapa orang peserta yang ngejapri saya dan ngajak diskusi tentang Creative Attitude. Ada satu orang yang ngotot minta definisi dari creative attitude. Masalahnya saya bukan orang yang suka dengan definisi. Buat saya definisi itu adalah rangkaian kata yang memenjarakan sebuah makna. Padahal makna pada sebuah kata itu tumbuh dan berkembang. Sementara ilmu penulisan adalah ilmu yang berkenaan dengan imajinasi. Dan imajinasi itu pantang dipenjarakan. Jadi cobalah memahami creative attitude dengan rasa.

Okay, supaya lebih jelas, saya akan bahas lagi sedikit tentang creative attitude.

Saya akan bercerita pengalaman saya waktu nonton bioskop.

NONTON BIOSKOP SAMA JIMMY

…kedua detektif sempat melihat penjahat yang dikejarnya masuk ke dalam department store. Segera mereka mempercepat langkah mengejar bandit bersenjata itu.

Namun aneh bin ajaib, begitu masuk ke department store, suasana di sana tenang, damai dan tenteram. Tidak ada tanda-tanda penjahat bersenjata pernah berada di sana. Seakan penjahat itu hilang ditelan bumi. Sambil mengomel karena kehilangan buruannya, kedua detektif lalu menuju toilet.

Entah kebetulan atau kebanyakan makan donat, keduanya sama-sama kepengen buang air besar. Lalu kamera menyorot dari depan toilet.

Tau kan, toilet di department store? Biasanya kan pintunya ga nyampe ke lantai.

Sehingga di dalam frame terlihat dua pasang kaki detektif sedang duduk di klosetnya masing-masing dengan celana diturunkan sampai ke kaki. Pintunya tentu saja tertutup. Jadi kita hanya bisa melihat kedua kaki mereka. Tiba-tiba detektif yang ada di toilet sebelah kiri mengumpat dengan nada kesal,

“Oh, Shit! No tissue in here!!”

Detektif yang di toilet sebelah kanan nyaut, “Well, I am done. You can have mine.”

Sambil berkata begitu, dia meletakkan tissue gulung di atas lantai lalu mendorong tissue gulung di lantai ke arah toilet mitranya. Lucu banget ngeliat adegan tissue gulung menggelinding dari sebuah toilet ke toilet sebelahnya….


“Wah bagus tuh buat iklan!!!” Tiba-tiba terdengar teriakan yang mengagetkan semua orang. Teriakan yang sangat keras membuat semua orang dalam BIOSKOP menengok ke arah kami. Teriakan memang datang dari Jimmy, temen yang duduk di sebelah saya. Jimmy juga seorang Creative Director seperti saya. Kami memang sedang nonton bioskop berdua. Jimmy nyengir sewaktu menyadari bahwa semua orang kaget mendengar teriakannya. Dia sebetulnya gak bermaksud berteriak. Tapi begitulah Jimmy. Orangnya selalu meledak-ledak dan spontan.

Melihat adegan tissue menggelinding dalam film, rupanya dia tiba-tiba menemukan ide. Sambil mendekatkan kepalanya, dia membisikkan idenya di telinga saya,

”Kalo gue punya klien tissue ya, Bud. Gue akan kasih positioningnya, tissue terhalus yang pernah ada.

“Gimana ceritanya?” tanya saya juga berbisik.

“Ceritanya hampir sama kayak film ini. Ada dua orang lagi window shopping di Mal. Tiba-tiba keduanya pengen ke toilet.”

“Terus-terus?” tanya saya penasaran.

“Lalu adegan persis kayak tadi, dua pasang kaki terlihat.

Salah seorang mengomel sambil berkata ‘wah tissue ini kasar banget? Sampe lecet nih kulit pantat gue.’”

“Hihihihi…” Saya mulai ga bisa menahan geli.

“Teman yang ada di sebelahnya nyaut ‘Itu sebabnya saya selalu membawa tissue X ke mana-mana. Kehalusannya ga akan bikin lecet kulit kita.”

“Hehehehe…” Tanpa sadar ketawa saya makin keras. Sementara Jimmy masih terus mengoceh.

“Mau coba? Nih tangkap!’ Lalu tissue pun digelindingkan kearah teman yang ada di toilet sebelah.”

“Gue tau tuh kalimat endingnya.” kata saya.

“Gimana? Siapa tau bisa dijadiin taglinenya.” tanya Jimmy.

“Tissue hebat! Tidak iritasi pada kulit pantat!”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA….” Kami berdua ngakak kenceng banget sampe lupa sedang berada di bioskop. Sampai seseorang di bangku depan berdiri dan memperingatkan kami agar jangan berisik, Hehehehe….

Saya selalu kagum sama Jimmy. Dia begitu mencintai periklanan. Apapun yang dibaca, dilihat, dirasa dan didengar selalu saja jadi pemicu untuk menciptakan ide. Apa yang dilakukan oleh Jimmy tersebut adalah CREATIVE ATTITUDE.

Kadang kita lagi ngomong aja diselak sama dia, “Eh lu ngomong apa tadi? Kayaknya bagus tuh buat iklan.” Dan tidak jarang apa yang ditemukannya itu memang diwujudkan dalam iklan beneran. Misalnya, suatu hari dia mau ngajak pacarnya ke Pantai Carita.

“Sayang, kamu suka sama laut gak?” tanyanya sebelum melemparkan ajakannya.

“Kalo bicara soal laut, saya ga bisa bilang saya suka. Saya cinta!” sahut Sang Pacar dengan suara mendesah lembut manjaaaaa…..

Di titik itu situasi romantis pun langsung terbentuk.

Kalo dalam film, pasti adegan ini akan diikuti dengan pelukan, ciuman dan desahan kata-kata mesra, dengan back ground musik yang romantis.

Wah bagus tuh buat iklan!!” teriak Jimmy menggelegar.

“Maksud kamu gimana, Say?” Pacarnya langsung kebingungan dong.

“Maap, maap, Say. Bentar ya,” Jimmy langsung ngeluarin kertas sambil berkata,

”Omongan kamu barusan bagus banget tuh buat headline. Belom tau iklan apa sih tapi saya catet aja dulu.”

Dan bener loh!

Suatu hari dia menggunakan kalimat itu sebagai headline di iklan toko emas Frank and Co. Sesuai dengan namanya, Frank and Co menjanjikan kejujuran: Frank. Toko ini konon tidak pernah berbohong soal berapa karat emas yang akan dijual. Kalo 18 karat ya dibilang 18 karat. Ga akan ngaku-ngaku 20 atau 22 karat. Bahkan secara berkala toko ini memberikan kursus singkat tentang seluk-beluk emas dan berlian secara gratis sehingga konsumen tidak akan bisa dibohongi karena sudah mengerti.

Berdasarkan hal itu, Jimmy mulai bekerja. Dia mengundang Nadya Hutagalung sebagai modelnya. Waktu itu Nadya lagi top-topnya di negeri ini. Nadya dibikin bugil oleh Jimmy lalu seluruh tubuhnya dicat dengan warna emas. Agar lebih dramatis, kepala Nadya juga dibuat seakan botak plontos dengan menggunakan lateks. Kemudian kepala botaknya juga dicat dengan warna yang sama.

Latar belakang pemikirannya adalah sebagai berikut: Tokoh Nadya adalah symbol wanita idaman yang tentunya sangat dekat dengan perhiasan. Warna emas adalah perwakilan dari emas yang dijual. Sedangkan ketelanjangan adalah symbol kejujuran. Polos!

Nah, apa headline yang digunakan oleh Jimmy? Dia membuat kalimat langsung yang seakan diucapkan Nadya, “Kalo soal Frank and Co., Nadya ga bisa bilang ‘suka’, Nadya cinta!’” Headline itu persis seperti kalimat yang diucapkan oleh pacarnya.

Ini iklannya dengan model Nadya Hutagalung

Creative attitude seperti inilah yang perlu dilakukan oleh semua kita semua. Setiap saat biasakanlah melakukan pengamatan. Lalu pikirkan, peluang apa yang bisa kita peroleh dari pengamatan itu. Pengamatan gak harus dilakukan dengan bepergian ke Tembok Cina atau Sungai Amazone. Gak harus ke gunung atau ke laut. Pengamatan bisa dilakukan di mana-mana. Di busway, di mall, di kantor, di halte, di terminal, pokoknya di mana aja berada, bukalah lebar-lebar panca indera kita. Insya Allah kita akan menemukan ide.

Ada salah satu peserta di sini namanya Joice Karouw, dia seorang pelaut yang selalu berpindah-pindah. Nah, Joey ini seharusnya bisa mendapatkan banyak ide karena selalu pergi ke tempat-tempat baru.

Okay, sekarang kita lanjut ke:

TATA BAHASA

Setelah membaca semua PR cerpenting yang masuk, ada dua catatan yang issuenya paling besar.

Pertama adalah masalah tata bahasa. Ternyata banyak banget yang gak tau bagaimana harus membuat tanda baca untuk kalimat langsung. Banyak yang gak tau kapan ‘Di’ dan ‘Ke’ dipisah atau disambung dengan kata yang mengikutinya.

Yang aneh, banyak banget yang memisahkan ‘nya’ dari kata awalnya. ‘Rumah nya’, ada juga yang nulis ‘Rumah-nya’.

Hati-hati menggunakan tanda baca. Kenapa kita harus hati-hati? Karena sebuah titik atau koma bisa mengubah makna dan bisa bertolak belakang maknanya Misalnya: Coba perhatikan dua kalimat ini.

Coba lihat titik dan komanya

Beda banget kan maknanya? Dan yang membedakan itu cuma tanda koma. Tanda yang sering kita sepelekan. Begitu juga dengan spasi. Kalo kita menyepelekan spasi, orang akan mengartikannya tidak sesuai dengan apa yg kita maksud. Misalnya :

Coba dipandang-pandang dulu kalimatnya. Kira-kira kalian ngebacanya gimana?

Sebagian besar orang akan membacanya “Love is nowhere.” Ternyata sebagian lagi membacanya, “Love is now here.” Beda banget, kan?

Dua hari yang lalu ada yang japri saya dan bertanya, “Bagaimana membuat kalimat cerdas supaya pembaca tertarik?” Jawabannya ada banyak. Akan tetapi saya malam ini saya akan memberi contoh satu saja. Salah satu cara membuat kalimat agar keliatan cerdas adalah dengan memanfaatkan Makna Ganda. Atau Ambiguitas.

Tadi sore ngasih challenge untuk membuat caption dengan foto Pangab sedang menyuapi Kapolri. Sebetulnya banyak yang caption buatannya bagus2. Tapi rupanya pancingan saya tidak berhasil. Tidak ada seorang pun yang memanfaatkan makna ganda untuk captionnya. Atau ada tapi saya gak liat kali ya? Abis banyak banget sih. Hehehehehe….

Saya akan ngasih contoh caption dengan menggunakan makna ganda berdasarkan foto Pangab dan Kapolri di atas.

“Issue tentang adanya suap menyuap di lingkungan TNI dan Polri ternyata bukan isapan jempol belaka. Bahkan bukannya takut OOT dari KPK malah secara demonstratif mereka foto2.”

Di sini saya memanfaatkan kata ‘SUAP’ yang mempunyai makna ganda. Makna pertama tentunya menyogok. Sementara makna kedua adalah menyuap secara harfiah. Menarik kan jadinya?

Contoh lain!

Saya pernah dikasih T Shirt dari temen saya yang bekerja di Microsoft. Microsoft adalah industri dalam bidang IT. Information Technology.

Coba perhatikan kalimat di T-Shirt ini. Perhatikan kata terakhir ‘IT’. Cerdas banget, kan? Kita bisa membacanya dengan ‘it’ yang mengacu pada the future. Tapi bisa juga berarti to create Information Technology. Efek yang kita peroleh dari makna ganda sangat luar biasa. Kalimatnya terlihat cerdas dan yang baca seneng. Begitu dibuat kaos, kita juga bangga memakainya. Bangga bukan karena itu kaos dari Microsoft tapi karena kalimatnya smart.

Banyak sekali yang bisa kita peroleh dari metode makna ganda ini. Bukan hanya pada tulisan tapi kita juga bisa berpikir secara visual (Think visually).

Ini contoh makna ganda dengan menggunakan visual yang pernah dibuat oleh anak-anak saya di kantor. Terlihat cerdas bukan? Kita gak butuh kata-kata. Penggunaan kotak rokok yang berbentuk peti mati telah menjelaskan semuanya.

Coba kalian perhatikan meme-meme yang berkeliaran di internet. Banyak sekali yang membuat kita tertawa terbahak-bahak karena lucunya minta ampun. Tapi pernah gak kalian memperhatikan kenapa meme itu lucu? Kalo kalian melihatnya dengan seksama, banyak sekali meme yg lucu dan cerdas tersebut diakibatkan kreatornya menggunakan MAKNA GANDA.

Misalnya ketika Jokowi pidato di tanggal 4 November lalu. Saat itu Jokowi menggunakan Jaket merk Zara dan konon jaket tersebut langsung sold out. Masih inget, kan? Ada seorang staff saya di kantor membuat meme seperti ini.

HAHAHAHAHAHAHA…… Dia memang asli jago plesetan. Dia memlesetkan issue SARA dengan plesetan ZARA. Jadi dapat disimpulkan bahwa plesetan itu bisa menjadi lucu karena hakikat dari makna ganda juga. Ada lagi yang memanfaatkan makna ganda dan saya ngakak abis ngeliatnya. Contohnya seperti ini :

Sederhana di sini tentu maksudnya adalah ‘Tidak Kaya’. Tapi ceweknya mengartikannya dengan Restoran Padang Sederhana.” Kocak banget, ya? Hehehehe…. Contoh joke lain yang juga memanfaatkan makna ganda :

Ada banyak sekali contoh2 seperti ini yang memanfaatkan makna ganda. Dan biasanya strategi ini selalu sukses.

Ada banyak jenis makna ganda. Yang paling umum tentu saja adalah dengan membenturkan makna harfiah dan makna kiasan seperti dalam contoh di atas. Kata bersandar yang pertama dan yang kedua tentu saja beda maknanya. Jenius ya orang Indonesia kalo lagi becanda….

Bahkan kata dalam bahasa inggris pun sering dimanfaatkan oleh kreator meme untuk dijadikan bahan becandaan. Dan hasilnya tetap saja lucu dan keliatan cerdas.

Ini contohnya. Hehehehehe….

oke dengan makna ganda ini adalah metode universal. Orang-orang barat pun sering membuat joke dengan makna ganda ini. Misalnya :

Ini contohnya….

Buat yang gak ngerti boleh japri saya atau Asep ya. Ntar kita kasih tau maksudnya. Hehehehehe…

Kadang2 ada juga joke yg agak maksa. Misalnya seperti ini :

Joke ini sebenernya cuma cocok sebagai becandaan verbal. Tapi karena lucu, kreatornya maksa membuatnya jadi joke tulisan. Buat yang blom nangkep, kalimat ceweknya yang kiri bawah seharusnya “Harga gak penting. Kan lo kasih.” Memang rada maksa tapi fondasinya tetep makna ganda.

Ada lagi joke makna ganda dan yang ini pasti sebagian besar dari kalian pernah mendengarnya.

Kata ‘Organ Tunggal” adalah kunci dari kalimat ini. Dan masih banyak makna ganda lainnya.

Yang punya business attitude bahkan bisa mengambil keuntungan dari makna ganda ini. Dia dagang loh…

Ada lagi joke yang agak berat. Kita rada susah memahaminya. Tapi buat orang dengan creative attitude, semakin susah, kita semakin tertantang untuk mencari maknanya.

Ada yang gak ngerti?

KESIMPULAN

Jadi kalo kita ingin tulisan kita terlihat cerdas, cobalah bermain-main dengan kata. Salah satunya adalah dengan memanfaakan makna ganda.

Tanya Jawab

Tanya 1 @Rarasati: Tadi saya nulis caption tugas:

  1. Suapan Yang Tak Bakal Kena Semprit
  2. Alasan Paling Benar untuk Memberi Suapan

Apakah itu sudah memenuhi standar ambiguitas yang sedang dijelaskan, atau masih kurang ‘pas’ kalimatnya?

Jawab: Mungkin memang kamu bermaksud memanfaatkan makna ganda. Tapi rasanya orang gak nangkep makna gandanya di mana. Saya juga memahami bahwa bisa jadi orang gak nangkep makna ganda yang saya buat di caption. Itu sebabnya saya menyebut “Bukannya takut OTT dari KPK eh secara demonstratif mereka malah foto2.” Itu cara saya untuk membuat pembaca mengerti apa yang saya maksud.

Tanya 2 @Atika Rusli: Bagaimana mengembangkan sebuah ide menjadi sesuatu. Misalnya pas saya naik angkot atau sedang mendengar obrolan sekelompok orang di halte, kadang ide muncul, baik ide untuk menulis maupun ide membuat sesuatu sehubungan dgn kerjaan saya. Tapi selama ini ide itu cuman nyampe jd notes di hp sy, gak berkembang jadi apa2 gitu, sampe muncul ide2 yg lainnya lagi. Terus seperti itu……

Jawab : Kalo punya ide harus segera dibuat (dieksekusi). Karena ide yang datang itu bukan milik kita tapi milik Tuhan. Ketika Tuhan melihat kita gak mengerjakannya jadi sesuatu, ide itu pergi dan diberikan ke orang lain. Nah, ketika orang lain mengeksekusi ide tersebut, kita cuma bisa ngomel, “Ah setahun yang lalu gue juga pernah punya ide kayak gitu. Jangan-jangan dia nyontek gue tuh.”

Tanya 3 @Ajie Nur: Mau nanya, cara dapatin kata ambigu pertama dari mana? Dari visual dulu atau dari cara kita berfikir ya? Makasih.

Jawab : Cara dapetin ide, ide apapun, harus punya creative attitude kayak Jimmy. Kan udah saya terangin tadi gimana Jimmy lagi nonto bioskop dapet ide. Lagi ngobrol sama pacarnya dapet ide. Intinya coba lebih peka dengan pancaindera. Apa yang tertangkap oleh pancaindera, kirim ke otak untuk diolah, insya Allah akan menemukan ide. Pokoknya setiap kita mendengar, melihat, mencium, mengecap dan lain-lain, semuanya bisa jadi pemicu untuk mendapat ide.

Tanya 4 @Blend: Apakah makna ganda bisa di gunakan dalam screenplay atau penulisan skenario di film atau sebuah dialog di film, kalo bisa , adakah contoh nya?

Jawab : Semuanya pasti bisa dong. Saya lupa ada di film apa. Pokoknya saya pernah ngeliat film lokal yang ada dialognya begini, “Di mana ada kemaluan, di situ ada jalan.” Hehehehehe… Film apa ya? Ada yang inget?

Tanya 5 @Fairuz: Malam. Saya punya pertanyaan buat Ombud. Bagaimana cara mencari inspirasi untuk membuat meme dengan makna ganda supaya memenya lucu?

Jawab : Sering-sering bergaul sama temen. Biasanya becandaan-becandaan temen selalu fresh. Dan kita yang punya reative attitude-lah yang akan mengeksekusinya. Jadi intinya kita harus lebih peka aja. Setiap ada peristiwa lucu, analisa. Apakah lucunya karena makna ganda atau bukan. Meme-meme itu sebagian besar lucunya karena makna ganda. Jadi kalo kita sering ngakak sama lawakan temen kita, biasanya itu joke makna ganda. Saya bersama Kang Asep pernah bikin iklan TV Kitkat dan dapetnya dari joke orang kantor. Iklannya nanti akan diputer oleh Asep di dalam sesi berikutnya.

Tanya 6 @Ocha Karnita:

Apakah ini termasuk meme dengan makna ganda? Barusan bikin di ipad 😁😁

Jawab : Itu maksudnya gimana ya? Maklum saya bukan orang sunda. Bisa dibantu, Sep?

M: —– Jang (De), bapak ada di bumi?

—– Gak ada, Kang, bapak lagi ke Matahari.

N: 😂😂

Jadi bumi maksudnya rumah. Kalo begitu bener itu adalah makna ganda. Jadi dari kata matahari juga saya banyak ngedenger joke makna ganda. Misalnya anak saya yang masih SD pernah nanya, “Om Bud, apa bedanya bulan dan Matahari?”

“Apa?” tanya saya.

Di Matahari ada diskonnya, sedangkan di Bulan nggak ada. Itu juga makna ganda.

Tanya 7 @Zulkifli Tanjung: Saya pernah lihat iklan yg tanpa copy, artinya hanya menampilkan visual saja. Bagaimana proses kreatifnya? Apa yg menyebabkan pengiklan mengesampingkan copy dan bagaimana proses sampai ke tahap sana.

Jawab : Jadi begini. Setiap kali kita mendapatkan ide, coba kita test. Apakah ide itu lebih punya impact dengan pendekatan visual ataukah dengan copy. Presentasikan kedua materi tersebut ke teman-teman kita. Masukan dari temen tersebut menjadi landasan buat kita bahwa ternyata pendekatan A lebih impactful daripada pendekatan B.

Tanya 8 @Mukhlis:

Ini baru saya bikin, apa termasuk makna ganda? Na ukhti (=baca Naughty)

Jawab :

Ini kasusnya sama dengan Rarasati tadi. Maksudnya sih bener: Makna Ganda. Tapi pertanyaannya apakah orang nangkep apa yang kita maksud. Apakah ketangkap makna gandanya. Untuk memastikanya kita bisa tanya ke beberapa orang di sekitar kita. Kalo saya sih gak nangkep. Baru nangkep setelah baca penjelasannya

Closing

Teman-teman sekalian, mohon dibaca kembali kisah saya nonton bersama Jimmy ya. Itu contoh yang paling jelas bagaimana berprilaku kreatif setiap saat. Kalo di kantor saya selalu ada ritual kayak gini: Setiap kali ada peristiwa lucu dan menggugah emosi, selalu ada pertanyaan dari saya, “Lucu kan? OK sekarang pertanyaannya adalah, ‘Bisaj jadi ide apa itu?’

Pokoknya setiap kali tergugah emosi itu pasti awal dari terlahirnya sebuah ide. Kegalauan, kesedihan, gelisah adalah cara Tuhan untuk menyuruh kita berkarya. Sekian dan terima kasih. Kita ketemu lagi besok malam ya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *