Belajar Menulis Bersama Om Bud (Bagian 2)

Berikut adalah rangkuman materi dan diskusi kelas menulis bareng Om Bud. Sebelum masuk ke bagian kedua, Om Bud terlebih dahulu membahas pertanyaan susulan dari materi sebelumnya tentang creative attitude (klik di sini). Kode inisial masih berlaku sama, N untuk narasumber, M untuk moderator, dan P sebagai peserta

M : 1. Dari @⁨Faiza Huwaida⁩

Bagaimana caranya untuk membuat tulisan kita menjadi indah saat kita sedang meluapkan beban hidup dalam tulisan? Karena terkadang saya merasa bahwa tulisan yang sudah saya tulis tidak layak di baca orang lain

N : Kalo menulis untuk meluapkan beban hidup gak perlu indah. Pokoknya tulis aja supaya beban hidup kita terlepas. Belum tentu juga kata-kata indah itu manjur. Sekali lagi saya katakan bahwa menulis itu untuk menyenangkan diri sendiri. Bukan menyenangkan orang lain. Kalo orang lain juga suka, anggap itu bonus.

M: 2. Dari @⁨Indah Pujiati⁩

Menulis untuk meninggalkan legacy. Apakah kita gunakan bahasa kita sendiri, atau tetap harus mengikuti kaidah penulisan otobiografi?

N: Coba baca buku-buku saya. Saya adalah penulis yang banyak dimusuhi oleh dosen-dosen karena bahasa saya seenaknya. Tapi saya gak peduli karena saya kan menulis untuk menyenangkan diri sendiri. Orang lain gak suka, saya gak begitu pikirin. Kadang saya merasa tulisan yang mengikuti kaidah bahasa gak tersampaikan emosinya secara utuh

M: 3. Dari @⁨Ade Muharram⁩:

saya beberapa kali mencoba menulis di blog, beberapa kali mencoba membuat blog tematik. tapi setelah mencoba menulis selusin artikel,kadang seperti hilang ide. bingung mau angkat topik apa. pernah ga om pengen menulis tapi lagi merasa engga kreatif? ada trik ga untuk memunculkan sesuatu yang menarik kalo lagi begitu?

N: Sering banget! Dan itu semua dialami oleh semua penulis. Biasanya orang suka nyebut dengan istilah writer’s block. Ada beberapa trik yang akan saya share tapi itu ada di sesi berikutnya. Mungkin sesi 5 atau 6. Tunggu ya….

M: 5. Dari @⁨Robi’ah⁩: Salam Kang Herna, jujur di awal baca smbil lalu, begitu masuk k tema creative attitude mulai tenggelam Dan terhanyut dlm ulasan om bud. Apalagi blg kreativitas bkn job diskripsi, tp sikap sehari-hari. Itu pemahamannya gmn, apa kita mencari jalan2 penyelesaian dg sedikit pengorbanan atau gimana?

N: Intinya adalah berusahalah lebih peka dengan apa yang tertangkap oleh panca indera. Lalu tanyakan pada diri sendiri, “Bisa jadi ide apa yang tertangkap itu?”

Misalnya saya pernah ngeliat burung gereja bersarang di masjid. Terus saya kepikiran jadi ide untuk bikin iklan layanan masyarakat. Adegannya dimulai dengan gambar masjid. Kamera masuk ke pojokan masjid, di sana kita ngeliat burung gereja membuat sarang. Lalu terlihat burung gereja …

———

Sesi tanya jawab susulan berakhir. Saatnya kita menyimak materi kuliah selanjutnya yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Juni 2019, mulai pukul 20.00 WIB.

N : Baik teman-teman. Alhamdulillah malam ini kita bisa ketemu lagi untuk masuk Sesi 2 sharing The Writers bersama Om Budiman Hakim. Malam ini Om Budiman Hakim akan membawakan materi menarik, “Copy Menggambar, Visual Bercerita”.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya sharing dimulai, agar tertib, mohon diperhatikan regulasinya ya:

  1. Sharing akan dibagi 2 sesi, Sesi Sharing Materi (pk. 20.00 – 21.30); dan Sesi Tanya Jawab (pk. 21.30-22.00)
  2. Selama sharing berlangsung, member dilarang posting apapun, kecuali diminta oleh pemateri atau moderator
  3. Member diharap menyampaikan pertanyaan lewat WA saya sebagai moderator (0816909xxx). Saya akan utamakan 5 pertanyaan pertama untuk disampaikan ke pemateri di Sesi Tanya Jawab. Kalau masih ada waktu, pertanyaan berikutnya akan disampaikan ke pemateri.

Ok, mari kita sambut saja langsung Om Budimaaan Haaaakiiiiim. Silakan mulai, Om.

N: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teman2 sekalian. Kemaren kita sudah belajar tentang manfaat menulis dan sebagian tentang Creative Attitude.

Perlu dipahami bahwa bagian creative attitude ini yang paling penting. Karena bersikap kreatif seharusnya adalah sikap keseharian manusia sehari-hari.

Jadi jangan lupa pernah lupa, hindari komen yang biasa-biasa doang. Hindari memakai ucapan-ucapan idul fitri yang udah basi. Tunjukkan bahwa kita punya Creative Attitude. Buktikan kalo kita selalu mampu membuat sesuatu yang baru. MERDEKAAAAA!!!!! (Loh kok merdeka….🤔🤔🤔

Sering-seringlah latihan menulis dan gak usah pilih-pilih harus nulis apa. Tulis apa aja yang kita nyaman.

Teman2 sekalian….

Dulu kalo lagi nginterview orang, saya butuh berjam-jam karena saya suka kasih test segala. Saya melakukan itu karena saya gak mau salah memilih karyawan. Jadi saya detil banget kalo ngetest calon karyawan

Sekarang saya cuma butuh 5 menit dan hanya dengan1 pertanyaan saja. Pertanyaan saya sederhana banget, “Kasih saya 1 alasan kenapa saya harus menerima kamu. Gak boleh lebih, cukup 1 saja.” Sederhana tapi menantang bukan?

Setelah itu saya minta link FB, Twitter, IG dan semua social medianya. Udah gitu doang tapi dari situ saya bisa menilai orang tersebut seperti apa. Kalo misalnya orang itu pernah menulis status seperti berikut,

“Gue telat ngantor, uang makan dipotong. Tapi elo dateng lebih telat dari gue gak diapa-apain. Enak juga jadi Boss, ya? Suatu hari gue mau jadi Boss juga kayak lo, Nyet!”

Atau dia bikin kayak gini, “Minta naik gaji katanya kantor sedang  rugi. Tapi elo sendiri ganti mobil baru lagi. Situ sehat? Lo gak ada bedanya sama koruptor penghisap darah rakyat, tauuuuk!”

Coba perhatikan baik2 status FB tersebut. Biar orangnya sehebat apapun saya gak akan pernah menerima orang seperti ini. Nyari orang pintar itu gak gampang tapi nyari orang pintar dengan good attitude, itu susahnya minta ampun.

Intinya adalah saya sangat terbantu sekali dengan adanya social media. Kalo ngewawancara orang off air, kita sulit menilai karya dan attitudenya. Karena kebanyakan port folio yang dibawanya adalah kerjaan keroyokan atau kerja kolektif. Tapi dengan mengintip social medianya, saya langsung tau seberapa kreatif orang ini dan seberapa bagus attitudenya.

Dan satu lagi! saya gak akan pernah menerima copywriter apabila yang bersangkutan tidak punya blog. Buat saya ini mutlak dan gak bisa ditawar-tawar lagi. Kenapa demikian? Karena membuat iklan, buat saya, adalah pertandingan. Sementara menulis di blog adaah latihan.

Kenapa bayak banyak sekali orang yang karyanya jelek? Karena dia tidak pernah latihan. Dia pikir berkarya itu sama kayak bikin Pop Mie, tinggal robek bungkusnya, seduh air panas…selesai! Masak berkarya disamain kayak bkin Mie instan?

Di jaman digital ini, kalo gak hati-hati, kita akan terperangkap menjadi generasi instan. Karena segala data dan informasi begitu mudah kita temukan di internet…. Syukurilah semua berkah yang bisa kita peroleh dengan instan. Tapi ingat! MENTAL GAK BOLEH INSTAN.!!!!

Respeklah pada Tuhan yang telah menghadiahkan otak pada kita. Pakailah itu semaksimal mungkin. Kita harus menyadari, mie instan saja diciptakannya tidak instan, loh. Ayo kita pekikkan pada dunia bahwa kita bukan generasi instan. Sebodoh-bodohnya manusia adalah mereka yang bermental instan.

Itu sebabnya orang kayak gitu dengan mudah ketipu dengan iming-iming umrah murah, arisan dengan untung berlipat ganda sampai mau-maunya ikut paranormal untuk menggandakan uang. Bukan cuma yg gak sekolah, loh. Yg punya gelar S3 juga banyak yang ketipu iming2 seperti itu. Kenapa? Semua itu gara-gara kita melecehkan kemampuan otak kita sendiri dan gak mau mikir, pokoknya maunya hanya yang serba instan.

Okay, sekarang kita kembali ke creative attitude.

Selanjutnya bagaimana cara melatih diri agar Creative Attitude senantiasa mengalir dalam darah kita. Kita tau yang namanya latihan pasti membosankan.  No doubt about it! Clear!

Lalu bagaimana supaya tetap enjoy berlatih agar kita selalu mempunya sikap kreatif? Bagaimana caranya supaya secara otomatis agar creative attitude selalu menjadi sikap kita dalam menghadapi segala sesuatu? Begini caranya.

COPY MENGGAMBAR. VISUAL BERCERITA.

Kalian semua punya akun Instagram, kan? Kalo punya follow saya dong? Hehehehehehe. Kalo kalian suka main Instagram berarti kalian beruntung. Karena Instagram adalah social media yang paling menyenangkan sebagai bahan latihan meningkatkan creative attitude.

Minum dulu ya….haus!

OK, jadi begini, guys….

Misalkan kalian sudah mempunyai foto untuk diposting di IG. Pahamilah bahwa foto yang kalian posting itu juga menyampaikan pesan. Karena itu jangan bikin caption hanya mengulang apa yang sudah dikatakan oleh fotonya. Misalkan kita posting foto pasangan cowo dan cewe.

Caption: Couple. PREET!!!!!

Jangan pernah bikin caption “COUPLE.” Tolong jangan ya….itu namanya kita gak punya creative attitude. Itu adalah caption yang mubazir dan tidak berguna. Karena kata couple sudah disampaikan oleh imagenya. Jadi di bagian caption, kita harus menuliskan hal lain. Sesuatu yang berbeda namun berintegrasi dengan imagenya.

Instagram adalah sarana visual. Caption berfungsi sebagai support untuk  menambah apa yang telah dikatakan oleh imagenya. Meskipun demikian caption juga sangat penting. Jadi di bagian caption, kita harus menuliskan hal lain. Imagenya telah menyampaikan pesan, yaitu ‘COUPLE’. Jadi tugas caption adalah mendukung atau menambah apa yang telah dikatakan oleh image tersebut.

Coba saya kasih 1 menit buat kalian mikirin. Sebaiknya caption apa yg harus kita cantumkan di bawah foto ini? Yak berpikir dimulai tik…tok….tik….tok…. Ada yang mau nyumbang ide? Kalo ada kirim ke Asep ya.

M: Silakan ya teman-teman, WA ke 0816909xxx. 🙂

N: Dalam konteks foto ini kita bisa bikin caption apa aja. Pokoknya asal TIDAK MENGULANG apa yg dikatakan oleh imagenya berarti udah betul. Saya bilang betul, belum tentu berarti bagus sih .

Misalnya kita bisa kasih caption “ WHEN I MET YOU, I FOUND ME.”Jadi keren kan?

M: Dari @Faikul Om: Kita oke kan!! 😀

N: Lumayanlah… Kita bisa bikin beberapa lalu pilih yang terbaik untuk caption kita.

M: Dari @+62 823-6666-xxxx: Bersama Abu abu dalam hitam & putih,

N: Misalnya, “Pasangan sejati adalah dia yang selalu ada saat kita butuhkan dan selalu menghilang saat kita tidak butuhkan.” Hehehehehe….

Iya udah cukup, Sep. Thanks.

Contoh lainnya lagi….

Coba buka IG kalian. Banyak banget foto Eiffel di sana. Dan yg bikin sedih banyak sekali yg bikin caption “EIFFEL”. Berarti orang tersebut belom pernah belajar Creative Attitude.

Okay, sekarang kita pikirin yang menara Eiffel? Kira-kira apa caption yg menarik? Gak usah dijawab, ya….

M: Dari @Joy to the world 😍: Selangkah demi selangkah untuk menggapai langit

N: Ini ada true story. Jadi pas outing kantor sebuah perusahaan ada orang Sunda dibawa ke menara Eiffel terus dia komennya begini: “Naon sih alusna menara ieu. Di kampung aing ieu ngaran na sutet. Loba pisaaaan.” HAHAHAHAHA…

M: Dari @aliya2017 , Eiffel : Masih di langit sama kok…

N: Yang orang Sunda pasti ketawa juga tuh….🤣🤣🤣

Jadi terjemahannya “Apa sih bagusnya menara ini? Di kampung saya mah banyak yg beginian, namanya SUTET. Banyak banget!” Hahahahahahaha….

Jadi dapat disimpulkan bahwa caption itu gak  selalu harus cerdas, gak perlu ilmiah. Yang penting isinya menyenangkan dan interaktif . Penting banget nih diketahui….

Contoh selanjutnya….

Ada anak kecil lagi main sendirian. Masak captionnya ‘Playing Alone?” Hueeeek….!!!!!!

Sebagai orang yang mempunyai creative attitude, kita harus memikirkan caption yg lain. Yg inspiratif tapi sekaligus bisa bekerja sama dengan gambarnya. Daripada bikin caption cuma’ playing alone’, kita bisa bikin misalnya:

“When you’re alone, don’t be sad. Maybe God drives all your friends away because He wants to play with you. Only with you.”

Atau kalo mau bahasa Indonesia juga boleh,

“Ketika sedang sendiri, jangan bersedih. Mungkin Tuhan memang mengusir semua orang karena Dia ingin bermain berdua saja denganmu.”

Mengharukan bukan? Tiba-tiba foto itu jadi lebih bagus dari seharusnya gara-gara caption yang kita bikin. Di situlah kehebatan sebuah caption.

Contoh lainnya lagi….

Caption: DOWN UNDER

Australia nama lainnya adalah down under. Tapi masak kita jadiin sebagai caption, sih? Malu-maluin banget!

Tapi orang yang posting foto ini tidak menggunakan caption itu. Alhamdulillah. Orang tersebut bikin caption lucu banget sehingga saya menjadikannya sebagai contoh.

“I prefer Australian kiss than french kiss. It’s almost the same but down under.”

Ini caption luar biasa banget. Terlepas dari joroknya, kalimat itu cerdas banget. Buat yang gak ngerti boleh japri saya setelah sharing. Hehehehehe….

Contoh selanjutnya…

Caption: Me with My Beer

Hadoh! Pengen saya gebukin nih orang yang bikin caption kayak gini. Eh? Itu saya yg bikin ya? Hehehehehe….

Gak kok. Saya gak bikin begitu. Saya bisa bikin yg jenaka sedikit. Misalnya: “SAVE WATER. DRINK BEER!”

Contoh berikutnya….

Caption: Jenasah!

M: Interupsi, Om.

N: Iya, silakan, Sep.

M: Untuk yang sudah ada pertanyaan, silahkan tulis ke WA saya di 0816909xxx. Akan dipilih 5 pertanyaan pertama untuk dijawab oleh Om Budiman Hakim. Terima kasih. Silakan lanjut Om.

N: Thanks, Sep.

Kita lanjut ya….

Udah gambarnya jenasah kok captionnya cuma ngulang doang…. TOBAT!

Kita bisa bikin misalnya “SEBELUM MATI BUATLAH MINIMAL 1 BUKU!” Hehehehehehehe….

Jadi seru, kan? Ada pesan moralnya.

Jadi apa yg kita bisa simpulkan dari semua contoh yg saya posting?

Jangan pernah bikin caption hanya dengan mengulang apa yg telah dikatakan visualnya.

Begitulah cara sedrhana untuk melatih creative attitude dengan memanfaatkan Instagram. Kita pasti enjoy latihannya karena sehari-hari kan kita memang main IG. Iya, kan?

Oh ya, kalo perlu kita juga bisa menggunakan kutipan orang lain namun jangan lupa menyebutkan sumbernya. Misalnya:

Coba liat foto ini. Garing abis kan? Coba kalo kita kasih caption.

Kebetulan saya menemukan caption kutipan dari orang lain. Captionnya begini: “Kalo udah sukses, suara kentutmu terdengar inspiratif. Tapi kalo blom sukses, omonganmu yang paling inspiratif pun terdengar seperti kentut.” –Jack Ma

Tentu saja saya menyantumkan nama sumbernya yaitu Jack Ma.

Perlu dipahami bahwa caption itu dahsyat sekali pengaruhnya. Foto yang biasa2 aja, kalo dikasih caption yang bagus maka foto kita terlihat jadi lebih bagus daripada kenyataannya. Kita sudah membuktikannya dengan contoh-contoh di atas. Jadi foto sejelek apapun pasti akan terlihat lebih bagus kalo dikasih caption.Bahkan foto tak berarti pun bisa punya makna ketika kita kasih caption. Misalnya:

Coba perhatikan image ini, cuma bidang item doang. Gak ada artinya sama sekali. Gak ada bagus-bagusnya…

Tapi ketika kita kasih caption. pandangan itu berubah. Misalnya Kita bisa bikin caption: EARTH HOUR. Tau2 jadi punya makna kan? Begitulah dahsyatnya caption.

Dari gambar bidang item doang kita bisa bikin caption macem-macem. Misalnya… I HATE PLN!!!

Jadi keren juga. Minimal punya maknalah kalo gak gitu keren….

Kalo mau romantis dikit, kita bisa nulis  kayak gini : “Even your shadow will leave you when you’re in the dark.”

Nah, keren banget. Itu baru bidang item. Kita bisa bikin bidang merah lalu kaitkan dengan kata berani. Bidang putih dengan kata suci. Bidang biru dengan kegalauan. Banyak banget yang bisa kita posting. Dan gak harus bagus karena creative attitude kita akan membuatnya jadi bagus.

KESIMPULAN

Jangan bikin caption cuma mengulang visual. Bikin caption yang beda tapi mendukung apa yg dikatakan visual. Kalo perlu gunakan kutipan orang lain dan dan jangan lupa menyebutkan sumbernya.

Caption yang bagus akan membuat foto/iklan kita bertambah jauh lebih bagus dari seharusnya. Bahkan gambar tak berarti pun akan mempunyai makna ketika dikasih caption.

Temen kantor saya, namanya Leo, pernah ngomong gini, “Om Bud, gue punya foto bagus banget nih.” sambil memperlihatkan foto tersebut di HPnya.

“Wah, keren, Le. Kok gak diposting di IG?” tanya saya.

“Udah dari 4 hari yang lalu seharusnya gue posting. Tapi belom manteb nih hati ini.” jawab Leo.

“Belom manteb kenapa?” tanya saya.

“Belom dapet caption yang keren.” sahut Leo.

Coba bayangin! Kalo kita punya foto keren banget, pastinya kita  gak sabar dan mau buru2 posting dong ke IG? Iya gak? Tapi Leo sanggup menunda posting hanya gara-gara belom punya caption yang OK.

Temen-temen sekalian, apa yang dilakukan oleh Leo tersebut, itulah yang namanya Creative Attitude.

Berdasarkan apa yang dikatakan Leo, mulai hari ini saya minta pada semua temen-temen di sini: Jangan pernah posting foto ke IG sebelum dapet caption yg okeh.

Berani? Berani dong, ya! Itu sangat penting untuk membangun creative attitude kita.

Latihan membuat caption ini akan membuat kita semakin kreatif dalam menulis. Bukan cuma buat yang mau nulis buku tapi juga sangat bermanfaat buat yang mau jualan di IG.

Sekarang ini banyak banget orang yang sudah punya produk dan brand yang dijual secara online. Banyak dari mereka yang memanfaatkan social media.

Sebagian peserta di sini tentu juga banyak yang berjualan di Instagram, kan? Nasihat saya, sering-seringlah berlatih bikin caption sesuai metode di atas. Ketika kita sudah mempunyai creative attitude, kta jadi bisa membuat caption yang menarik untuk dagangan kita.

Teman-teman sekalian, Judul materi kita hari ni adalah COPY MENGGAMBAR, VISUAL BERCERITA.

Jadi jangan cuma fokus pada captionnya doang. Kalo bikin iklan di IG, buatlah gambar yang bercerita supaya lebih menarik. Gabungan antara image yang bercerita dengan copy yang menggambar akan membuat iklan di Instagram jadi menarik perhatian. Kerja sama image dan copy akan membuat komunikasi kita bekerja secara maksimal.

Misalnya kalo saya harus membuat iklan di IG untuk obat pegel linu. Saya akan membuat gambar yang bercerita.

Caption: Misalnya saya akan membuat visual seperti ini

Di captionnya kita bisa bercerita bahwa betapa gak nyamannya kalo kita sedang menderita pegel linu.

Silakan cerita bla…bla…bla…Di endingnya, kalian bisa akhiri dengan …

“Bahkan Patung Pancoran pun sering hilang kalo jalanan lagi sepi. Karena dia juga butuh obat tersebut. Capek loh berdiri terus-terusan gak bergerak sambil nunjuk ke angkasa. Kalo gak percaya, silakan coba sendiri.” Hehehehehe..

Btw, karena IG juga punya fasilitas untuk sarana audio visual, kita juga bisa membuat video 1 menit untuk brand kita.

Sekarang ini kualitas HP sudah lebih dari cukup untuk membuat konten di IG , FB atau di Youtube. Dengan memproduksi video, semua benefit bisa kita masukkan dalam video tersebut berupa audio. Jadi di caption kita tidak perlu lagi bikin copy yang njlimet. Kita cukup memasukkan daftar harga dari barang akan kita jual beserta daftar harganya.

Kalo gak salah di sini ada peserta dari Cilacap yang bisnisnya pakan burung, ya? Siapa namanya? Lupa lagi saya….

P: Saya Om @Budiman Hakim

N: Nah, namanya Pak Biyan. Bila Bapak Biyan meminta tolong ke saya untuk membuat konten IGnya buat jualan maka saya akan buatnya seperti ini….

(video, maaf tidak bs diunggah)

Hehehehe…. simple banget, kan? Produksinya murah namun punya daya tarik yang tinggi. Sebetulnya pakan burung itu adalah produk yang sangat inspiratif. Kita bisa dapet ide banyak sekali dari sana.

Perlu diketahui bahwa 2 iklan yang saya buat di atas bukanlah iklan beneran. Kenapa kok saya berepot-repot membuat iklan bo’ongan ini cuma buat contoh materi ini?

Yak betul! Sekali lagi itu adalah CREATIVE ATTITUDE!

Baiklah teman-teman. Karena waktu sudah menunjukkan lebih dari pukul 9.30, kita berhenti dulu sampe di sini ya. Besok kita lanjutin masih seputar creative attitude. Dengan demikian, mike saya kembalikan pada moderator untuk masuk ke sesi tanya jawab. Silakan, Sep….

M: Baik Om. Sudah ada beberapa pertanyaan, kita masuk sesi tanya jawab ya. Pertanyaan 1 dari @Indah Pujiati: Bagaimana bila caption-nya tentang sejarah dalam foto? Apakah bisa disebut creative?

N: Bisa dong. Kreativitas kan tanpa batasan. Kreativitas itu mencakup semua bidang tanpa kecuali. Contoh Sri Mulyani. Buat saya dia adalah orang yg sangat kreatif. Coba search inovasi2nya di internet. Ada aja idenya yg gak kepikiran oleh menteri2 keuangan sebelumnya.

M: Berikutnya dari @Meadhe : Keberhasilan sebuah tulisan misal cerpen itu apa, pembaca terbawa hanyut sama kisah nya ?

N: Sebuah karya yang bagus adalah karya yg mampu menggugah emosinya. Kalo orang terharu bahkan sampe nangis baca cerpen kita maka kita tergolong berhasil. Atau kalo Stand up comedian berhasil membuat audiensnya ketawa ngakak, berarti dia berhasil.

M: Pertanyaan ke-3 dari @+62 857-3366-xxxx. Yth. Om Budiman, Om Asep. Nama saya Billy. Jika ada 2 jenis kalimat promosi 1 jelek, dan 1 bagus:

  1. Contoh Jelek (misal) : “Bledek Duer! Kejutan apalagi nihhh!! Beli satu dapat 2 mblo!”.

Dengan visual seadanya, orang memakai rambut palsu kribo. Tetapi produknya laku.

  1. Contoh Bagus (misal) : “Tidak seharusnya orang-tua menyaksikan anak mereka meninggal sebelum mereka, semua harapan besar, hilang hanya karena suatu hal yang kecil” – Visual yang niat, Produk kampas rem, kalimat penutup: “Jangan terlalu cepat anakku!”. Produknya gak seberapa laku.

Mana yang “berhasil” dari kedua writing di atas? Writing jelek tapi laku, atau writing bagus tapi tidak laku? Apa tujuan akhir dari Creative Writing? Uang, ketenaran? Bagaimana jika T Audience tidak seberapa pandai? Apakah kita harus memberikan “effort” lebih?Toh effort biasa aja juga bisa dapat hasil maksimal? Terima kasih. Maaf banyak pertanyaan.

N: Keberhasilan sebuah iklan satu2nya adah SALES! Kreativitas itu adalah keberhasilan sebuah komunikasi terhadap Target Audiencenya. Iklan nomor 1, bisa jadi sangat kreatif karena targetnya memang down market kaum alay. Kreatif itu gak ada hubungannya sama yg bodor atau serius. Pokoknya ketika konsumen tergugah emosinya maka itu artinya kreatif.

M: Pertanyaan ke-4 dari @agusharuna: Gimana tipsnya untuk menggali ide caption yang pas dengan gambar yang ada?

N: Pokoknya mulai aja dulu dengan menuliskan sesuatu yang belum disampaikan oleh gambarnya. Nanti ketika kita sedang berpikir, barulah kita punya ide-ide lain. Kita akan berdiskusi dengan diri kita sendiri, “Eh, apa gini aja ya? Atau giniin aja kali. Ah mendingan diginiin sekalian.”

Itu proses yang selalu terjadi. Cara ampuh untuk menjadi kreatif adalah dengan memulainya dulu. Nanti Tuhan akan ngasih cara dan ide pada kita. Ayah saya selalu bilang, “Tuhan itu hanya memberi hadiah pada umatnya yang bekerja. Jadi jangan nunggu proyek baru bekerja. Bekerjalah dulu maka proyek akan datang padamu.” Begitu juga dengan kreativitas.

M: Dari @aliya2017: OmBud bilang, nulis suka2 aja g perlunmikirin pendapat org. Tp gmn caranya bisa dptin poin yg plg pas teritegrasi dg gambar shg bisa bicara dg cerdas

N: Dalam konteks social media, cerdas hanyalah salah satu cara. Social media itu adalah MEDIA INTERAKTIF. Jadi caption yang mengundang interaksi seringkali lebih bekerja daripada yang cerdas tapi tidak mengundang interaksi. Jadi di social media, kalo mau cerdas saja gak cukup. Yang keren adalah cerdas sekaligus mengundang interaksi.

M: Dari @Faikul. Nanya om Bud, Selain blog media apalagi yg om saranin utk latihan menulis?? Saya jarang main IG sering mainanya FB pribadi dan ngelola Fanpage FB seminggu minimal 3kali posting. Trimakasih om… 🙏🙏

N: Semuanya bagus2 aja sih. Yang penting bukan di mana tapi seperti apa kontennya. Ketika saya mengatakan bahwa blog adalah keharusan, itu maksud saya khusus buat calon copywriter yang ngelamar ke kantor saya,

M: Dari @Shwa: Pengen banget nanya soal ini: Gimana ya caranya bikin cerita yang berkesan tentang betapa bagusnya perbedaan, tanpa menyinggung SARA? Soalnya kan cerita pasti ada konflik, nah di dalam konflik itu takutnya bakal menyinggung suatu etnis… ☹

N: Saya gak bisa ngejawab pertanyaan ini karena pertanyaannya terlalu general. Soal SARA itu sangat spesifik jadi saya harus baca dulu tulisan kamu seperti apa. Setelah itu baru saya bisa bilang apakah itu sensitif atau tidak. Untungnya saya punya group WA mantan pendaki gunung. Di group itu semuanya asyik2 aja. Jadi setiap kali saya menulis sesuatu yg kira2 sensitif, biasanya saya posting di group tersebut dan minta penilaian mereka.

M: Berikutnya dari @Biyan | Mbois Manis. Sy screen capture aja:

Pertanyaannya nyatu di image Om. Silakan.

N: Gambar apa ya itu? 🤔

M: Produk vitalitas. Sepertinya obat kuat Om.

N: Gak jelas gambarnya jadi saya jelasin aja tanpa mengacu gambar itu ya. Intinya Copy Menggambar, visula bercertita itu adalah seperti berikut, Pak Biyan. Copy itu kan artinya tulisan, jadi pasti kita akan bercerita sesuatu kan? Nah gambarnya juga harus bercerita, misalnya gambar patung pancoran yg tadi saya posting.

Semua orang Jakarta pasti tau itu adalah patung pancoran. Dan mereka bertanya-tanya kok gak ada patungnya? Lalu mereka ngeliat sachet obat pegel linu itu. Otak mereka akan bekerja menghubungak setiap elemen yg ada dan akhirnya mereka meemukan jawabannya. Dan jawabannya itulah yang berupa cerita. Oh, patung pancoran itu rupanya pegel akhirnya dia turun mencari obat pegel linu. Kira2 gitu….

M: Dari @muhariffudin: Selamat malam… Pertanyaan saya: Om Bud, bagaimana cara mengungkapkan tulisan retorika secara tertulis yang memiliki kekuatan dahsyat seperti ketika saat diucapkan/diteriakkan? Sebagaimana yg kita ketahui bersama bahwa saat diucapkan maka akan ada indera pendengar (audio) yang juga berperan, sedangkan saat ditulis itu hanya indera penglihatan saja. Terimakasih.

N: Dalam penulisan itu ada dua bagian besar. Yang satu disebut deskripsi (penggambaran) dan satunya lagi adalah narasi (penceritaan). Nah keduanya sangatlah penting.

Nah, untuk membuat kalimat berarti ada di bagian narasi. Untuk mendapatkan kesan seakan-akan itu didengar oleh telinga, caranya begini. Setiap kali ada adegan emosional, apakah itu orang marah, orang menangis, orang menjerit-jerit, gunakan kalimat langsung.

Anton sangat marah pada temannya karena dia tidak juga mau membayar hutangnya padahal sudah berkali-kali dia berjanji untuk membayar tapi tidak juga ditepati. Daripada menulis seperti di atas, gunakan kalimat langsung.

“Jadi kapan lo mau bayar utangnya? Hah!!! Lo udah janji berkali-kali tapi gak pernah ditepati. Jadi kapan lo mau bayar!!!!!” Bentak Anto mulai murka.

M: Dari @Muharram: Mau tanya, biasanya mulai dari mana, copy dulu atau visual dulu.

N: Tergantung ide yg kita temukan. Kadang kita menemukan ide berupa kata-kata lalu kita mikirin gimana visualnya. Atau sebaliknya.

M: Dari @luqmanbaehaqi: Banyak beredar quote² yang penuh inspirasi seperti “sebelum mati minimal buatlah satu buku.”

Pertanyaannya: Bagaimana cara memeras tulisan yang panjang menjadi satu kalimat inti yang dalam dan kaya makna.

N: Halo Luqman. Teman2 ini adalah Luqman temen saya. Dia stand up comedian loh. Hehehehe

Jadi begini Luq. Kalo kita menerjemahkan dari bhs Inggris ke dalam bhs Indonesia, biasanya kita memang kesulitan untuk membuat kalimat motivasi itu pendek, minimal sependek bhs aslinya. Misalnya kalimat “Youa are what you drive.” Sampe tua pun kita gak bakalan dapet kalimat yg sependek itu di terjemahannya.

Tapi kalo kita membuat kalimat motivasi sendiri. Bikin sendiri seharusnya itu lebih mudah. Tapi ini juga tergantung mau bikin kalimat apa. Pokoknya nomor 1 yg harus dilakukan adalah Tulis aja dulu kalimatnya yang udah kita dapet. Gak usah peduliin panjangnya. Lalu baru diulik-ulik dan dipotong sana-sini.

M: Dari @Fairuz N. Izzah: Kalau saya ingin promosi buku, saya mesti menarik perhatian orang, cuma kalau caption nya itu berisi info salah satu cerita di buku saya, apakah itu termasuk creative attitude?

Creative attitude itu kan sikap. Kita bersikap kreatif. Jadi keinginan untuk berpromosi itu udah creative attitude. Soal caranya itu masalah lain lagi. Pokoknya mau mempromosikan karya kita sendiri dan tidak mengandalkan pada penerbit, itu udah creative attitude.

M: Teman-teman, pertanyaan masih banyak. Tapi berhubung waktu bahkan sudah lewat 30 menit, untuk sementara sesi kita tutup dulu ya. Pertanyaan tersisa akan tetap saya sampaikan ke om Budiman Hakim.

Baik, sebelum ditutup, barangkali ada closing speech dari Om Bud, monggo.

N: OK, tadi saya udah tanya apakah kalian mau PR, gak? Sebagain mau dan sebagai gak mau. Jadi saya akan kasih PR buat yg mau aja. PRnya sederhana, coba kalian foto sesuatu, terserah apa aja. Lalu bikin captionnya yang tidak mengulang apa yg telah disampaikan oleh visualnya.

Buat peserta cewek, kirim ke Kang Asep dan buat yg cowok kirim ke saya.  Sekali lagi ini buat yg mau aja ya. Buat yg sibuk atau gak punya waktu gapapa. Kalian harus senang di group ini. Jadi saya gak mau kalian punay tekanan dikejar deadline atau stress karena belom bikin PR. Santai aja. Kalo sama saya dan Asep, semua harus merasa nyaman.

Demikian closing dari saya. Moho maaf kalo ada kata-kata yg kurang berkenan. Sekian dan wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

M: Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Om Budiman Hakim, juga teman-teman. Seru banget malam ini. Semoga penuh berkah ya. Terima kasih juga untuk yang udah aktif bertanya, bikin tambah hangat aja.

Baiklah. Untuk sementara sesi sharing ini kita tutup dulu. Besok Kamis malam kita lanjut lagi. Dan ruang saya kembalikan ke teman-teman untuk bebas chat lagi. Mari kita berikan applause yang meriah untuk teman-teman.

Wassalamu alaikum warahmtullahi wabarakatuh. Selamat malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *